SMA Negeri 6 Semarang Tuan Rumah Puncak Kegiatan Forum Anak Goes To School

SEMARANG [Berlianmedia]- Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Semarang menjadi tuan rumah, puncak rangkaian kegiatan Forum Anak Goes to School Jawa Tengah, yang bertepatan dengan akhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru, Jum’at (26/7).

Plt Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 6 Semarang Dian Milasari, SPd, MPd, memberikan apresiasi dan menyampaikan sangat terbantu dengan materi edukasi, terkait Kesetaraan Gender, Hak Anak dan Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Online, yang dipaparkan kepada 432 siswa kelas X di MPLS.

“Kami sangat mengapresiasi Forum Anak Goes to School Jawa Tengah, yang memilih SMA Negeri 6 Semarang ini menjadi tuan rumah puncak rangkaian kegiatannya, yang sudah dilaksanakan di 251 sekolah di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dikatakan pula, Kegiatan yang dihadiri Asisten I Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Dra. Ema Rachmawati, M. Hum, mewakili Gubernur Jawa Tengah, beserta Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah, Dra. Retno Sudewi, Apt, M.Si, MM itu, bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa mengenai pentingnya mengenal kesetaraan gender, pemenuhan hak anak, serta pencegahan kekerasan seksual berbasis online atau Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA).

“Materi-materi tersebut sangat relevan dan penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian anak-anak terhadap isu-isu yang berdampak langsung pada kehidupan mereka,” tandas Dian Milasari.

Baca Juga:  Ganjar Gandeng Penyuluh Agama Berkontribusi Turunkan Stunting

Mitra Pemerintah

Kepala Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah, Dra. Retno Sudewi menyebut, Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Anak Kabupaten/Kota di 35 Kabupaten/Kota, merupakan mitra Pemerintah, yang telah menginisiasi Kegiatan “Forum Anak Goes To School”.

Karena merupakan bentuk pelibatan peran Forum/Kelompok anak, dalam upaya sosialisasi hak-hak anak di Jawa Tengah. Selain itu menjadi penanda, bahwa Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Anak di 35 Kabupaten/Kota telah mampu menjadi Pelopor dan Pelapor.

“Hal ini membuktikan, bahwa ketika anak-anak dilibatkan untuk berkreasi dan berinovasi, akan muncul hal-hal yang luar biasa. Bunda menyambut baik adanya “Forum Anak Goes to School” tepat pada momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah seperti ini, sehingga masa-masa orientasi sekolah ini benar-benar menjadi ajang saling berteman, menghargai dan merangkul antar anak di sekolah,” terangnya.

Harapannya, imbuh Retno Sudewi, kepeloporan Forum Anak di sekolah-sekolah dapat menjadi upaya kita bersama untuk mencegah terjadinya bullying dan kekerasan di sekolah.

“Harapan Bunda, setelah kegiatan ini, pihak sekolah dan siswa-siswi semua dapat terus terkoneksi untuk menjalin kolaborasi di masa-masa mendatang. Baik dalam upaya pengembangan Satuan Pendidikan Ramah Anak, maupun dalam mendorong peningkatan kapasitas anak-anak dalam peran partisipasi anak,” harapnya.

Baca Juga:  Lapas Semarang Kirim WBP ke Lapas Terbuka Kendal Bantu Program Ketahanan Pangan
Asisten I Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Dra. Ema Rachmawati, M. Hum, mewakili Gubernur Jawa Tengah, didampingi dua penari memasuki Aula SMA Negeri 6 Semarang, Jum’at (26/7). Foto : Dok Ist

Pada kesempatan itu, Asisten I Sekda Jawa Tengah, Dra. Ema Rachmawati mengajak dialog dan diskusi kepada peserta kelas X SMA Negeri 6 Kota Semarang, terkait pertumbuhan remaja, pubertas, perkembangan tekhnologi, kesehatan reproduksi, psikologi anak dan keluarga serta banyak hal terkait remaja.

Ema menyampaikan, salah satu jurus meminimalisasi tindak kekerasan pada anak, adalah komunikasi efektif orang tua kepada anak. Karena selama ini, gap atau celah komunikasi antargenerasi, menyebabkan anak mencari pelarian kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya mengajak orang tua belajar berkomunikasi dengan Generasi Z menjadi teman yang baik, jangan men-judge (menghakimi), namun bisa diajak sebagai teman ngobrol,” ujarnya.

Ema juga mengajak pihak sekolah mewujudkan tempat yang nyaman bagi siswa. Bukan hanya untuk belajar, namun juga tempat dengan orang-orang yang mampu menghargai dan mengembangkan potensi setiap siswa. Begitu pula dengan masyarakat, diharap mau menyesuaikan pola komunikasi remaja yang lahir di rentang 1997-2012.

Diungkapkan pula, penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Jateng, banyak di antara siswa atau siswi jenjang SMA sederajat, mengalami gejala gangguan mental. Ini diindikasikan dengan gangguan tidur, rasa mual ketika makan atau rasa cemas berlebihan.

“Pasti ini ada sesuatu di rumah yang perlu diperbaiki. Sehingga harus disediakan ruang curhat, kalau tidak dengan orang tua, bisa dengan sekolah. Kami pemerintah juga menyediakan aplikasi ‘Jogo Konco’ yang bisa on call. Atau bisa juga ke RSJ Amino Gondohutomo, yang juga menyediakan 24 jam, bisa curhat tentang apa saja,” paparnya.

Baca Juga:  Jadilah Pemilih Cerdas di Pemilu 2024

Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Dandi Resando mengatakan, kegiatan “Forum Anak Goes To School” itu tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk karakter anak-anak agar lebih peduli, tanggap dan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak di Jawa Tengah dapat lebih sadar akan pentingnya kesetaraan gender, hak anak, dan cara-cara melindungi diri dari kekerasan seksual berbasis online. Selain itu, kami juga ingin menumbuhkan peran anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) melalui konsep ‘Jogo Konco,’” ujarnya.

Disampaikan pula, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun, sebagai rangkaian Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Tahun 2024 ini, melibatkan kurang lebih 251 sekolah yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Jawa Tengah. Antara lain, 6 Sekolah Dasar (SD), 130 Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), 112 Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA) serta 3 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!