Ribuan Pedagang Bakso di Jateng Didorong Naik Kelas, Sertifikasi Halal Jadi Kunci

SEMARANG [Berlianmedia]- Ribuan pedagang bakso di Jawa Tengah didorong naik kelas melalui penguatan usaha, percepatan sertifikasi halal dan akses pembiayaan.

Langkah ini dinilai penting untuk diarahkan sebagai tulang punggung ekonomi mikro, yang lebih terstandar, berdaya saing dan mampu menembus pasar lebih luas.

Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Nusantara Bersatu, Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan, profesi pedagang bakso tidak bisa dipandang sebelah mata karena telah terbukti mampu mengangkat kesejahteraan keluarga.

“Pedagang bakso di Jateng ini merupakan pegiat ekonomi mikro yang jumlahnya paling besar. Lihatlah hasil jerih payahnya. Banyak penjual bakso yang anaknya bisa sukses,” ujar Ahmad Luthfi.

Baca Juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Kolaborasi DPRD dan Pemda Penting untuk Percepat Pembangunan

Di Jawa Tengah, Apmiso mencatat sekitar 17.500 anggota, menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi mikro yang signifikan. Menurut Ahmad Luthfi, usaha bakso juga menjadi pilihan cepat bagi masyarakat untuk bangkit secara ekonomi, termasuk bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah agar pelaku usaha tidak stagnan di level kecil. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah percepatan sertifikasi halal, agar usaha lebih tertata, memiliki standar, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Sertifikasi halal memang tidak mudah, mulai dari alat hingga proses produksi. Karena itu, dinas harus hadir mendampingi agar pedagang bisa naik kelas,” tegasnya.

Ia menilai sektor bakso terbukti tangguh menghadapi berbagai kondisi ekonomi dan tetap menjadi penopang ekonomi rakyat. Ia menyebut keberadaan pedagang bakso memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi mikro di Jawa Tengah.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Komitmen Sukseskan Program Swasembada Pangan

Dalam kesempatan itu, suasana acara mencair saat Ahmad Luthfi menyinggung popularitas bakso hingga mancanegara. Ia menyebut kuliner tersebut pernah dikenang oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, saat berbicara tentang Indonesia.

Tantangan Pedagang

Sementara itu Ketua Umum Apmiso, Lasiman menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pedagang, mulai dari persaingan usaha yang kian ketat, keterbatasan pembiayaan, hingga persoalan bahan baku. Menurutnya, pembiayaan menjadi syarat utama bila pedagang ingin menaikkan kapasitas usaha, aset dan omzet.

“Kalau ingin meningkatkan usaha, aset, dan omzet, maka skala usaha harus diperbesar. Dan itu membutuhkan pembiayaan,” ujarnya.

Lasiman mengakui, kondisi usaha saat ini tengah lesu, namun pihaknya menekankan pentingnya strategi untuk tetap bertahan dan berkembang.

Apmiso juga mendorong kolaborasi dengan kalangan akademisi, untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, terutama dalam aspek teknologi, produksi dan pemasaran.

Baca Juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Kemandirian Fiskal, Pemprov Jateng Susun Proyeksi Pendapatan Daerah 2027

Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Bank Syariah Indonesia menyatakan kesiapannya, untuk memperluas akses permodalan bagi anggota Apmiso guna mendorong ekspansi usaha.

Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi dan lembaga keuangan, sektor bakso diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang lebih modern dan kompetitif.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!