Populasi Monyet Bertambah, Di Guo Kreo Jarah Makanan Warga
SEMARANG[Berlianmedia] – Bertambahnya populasi kera ekor panjang di sekitar kawasan obyek wisata Goa Kreo, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang menjadi perhatian UPTD Goa Kreo dan Agro Wisata.
Jumlah populasinya yang semakin banyak dan saat ini diperkirakan sudah mencapai ribuan ekor, bahkan mulai merambah ke permukiman seiring makin sempitnya lahan, dan menipisnya ketersediaan bahan makanan yang biasa dikonsumsi monyet ekor panjang.
“Karena setiap tahun kera ekor panjang ini bisa bertambah hingga mencapai 300 ekor per tahun,” ujar Kepala UPTD Goa Kreo dan Agro Wisata, Antok Toto Winarno saat ditemui di Goa Kreo, Semarang, Selasa (4/7).
Dampaknya, jika daya dukung sumber- sumber makanan kera ekor panjang ini berkurang-seperti musim kemarau sekarang ini kera-kera liar tersebut akan memangsa berbagai tanaman bahkan sampai ke pemukiman warga.
Di kawasan area parkir jumlahnya mencapai 500- an ekor, di sekitar Goa Kreo sekitar 700-an ekor dan di sekitar waduk Jatibarang bisa mencapai 500 hingga 700 ekor.
Untuk kera- kera yang berada di sekitar kawasan parkir selama ini memang diberi makan seperti kacang- kacangan, ketela, pisang dan buah- buahan lain. Selain itu juga sering diberi makan oleh para pengunjung obyek wisata Goa Kreo.
Selain itu, kera ekor panjang ini memiliki karakter tidak bisa kenyang.
“Biasanya kera-kera liar ini akan merusaha mencari sumber- sumber makanan di lahan pertanian atau permukiman warga, seperti berbagai tanaman atau pohon buah- buahan milik warga,” tuturnya.
Guna mengurangi populasi kera liar ini, tutur Antok, UPTD Goa Kreo sejauh ini juga telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk mengurangi populasi kera ekor panjang yang ada Goa Kreo dan sekitarnya. Ini berdasarkan usulan dari warga atau pemerintahan Kelurahan setempat.
“Usulan ini nanti diteruskan ke BKSDA Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah kera ekor panjang yang berkeliaran di kawasan area parkir pengunjung serta kios- kios pedagang (makanan dan minuman) juga semakin bertambah, terutama pada saat musim kemarau seperti sekarang ini.
Kera- kera tersebut juga terlihat semakin agresif ‘menggasak’ bebagai jenis dagangan.
Rondiyah, salah satu pedagang menuturkan, monyet ekor panjang kerap mengambil makanan ataupun minuman saat kondisi tidak ada makanan. Selain berjaga di depan warung, dia juga mengantisipasi dengan membawa tongkat untuk mengusir monyet ekor panjang.
“Kalau nggigit tidak, tetapi ya itu ‘mengambil’ makanan atau minuman,” ujar pedagang di kawasan obyek wisata Goa Kreo.
Menurutnya, keberadaan kera ekor panjang hingga area parkir ini memang sudah biasa di kawasan Goa Kreo, tetapi saat memasuki musim kemarau seperti sekarang ini terus bertambah banyak dan jumlahnya bahkan bisa mencapai ratusan ekor.
Dimungkinkan, sumber- sumber makanan dihabitatnya mulai berkurang sehingga kera- kera yang berkeliaran hingga area parkir terlihat semakin agresif seperti kelaparan.
Selama ini, lanjutnya, kera- kera yang berkeliaran di area parkir kawasan wisata Goa Kreo ini juga diberi makanan yang dibawa oleh para pengunjung, seperti kacang kulit, pisang atau jenis buah- buahan lainnya.
“Tetapi pengunjung memberi makan juga terbatas, sedangkan jumlah kera semakin bertambah banyak,” tuturnya.


