Isak Tangis Mewarnai Kedatangan Jenazah Briptu RF
SEMARANG[Berlianmedia] – Isak tangis mewarnai kedatangan Jenazah Briptu (RF) tiba di rumah duka di Ngadirgo Mijen Semarang, Senin (27/3) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Jenazah Briptu (RF) diterbangkan dari Gorontalo hari ini pukul 08.00 WITA. Jenazah sampai ke rumah duka dikawal langsung oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika.
Lokasi rumah duka langsung disiapkan untuk melangsungkan upacara serah terima jenazah dari keluarga ke kepolisian.
Setelah tiba di rumah duka, jenazah putra dari pasangan Muslih dan Muniroh ini disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di TPU Ngadirgo Mijen.
Tangis keluarga tak terbendung saat peti jenazah korban dibuka. Ayah korban dan sanak keluarga hanya dapat pasrah melihat anaknya pulang dengan kondisi yang tak bernyawa.
Seusai diserahkan ke Polri, jasad langsung disalatkan di masjid yang berada di depan rumah duka. Lalu, jenazah dibawa ke TPU untuk dimakamkan.
Kapolda Gorontalo Irjen Helmy Santika yang hadir secara langsung untuk menyerahkan jenazah anggotanya, Briptu Rully Firmansyah (RF) kepada keluarganya di Semarang. Dia berjanji akan menggali latar belakang dari tewasnya Briptu RF.
“Kami dengan pihak keluarga pun bersepakat bahwa apa yang menjadi latar belakang ini harus diungkap secara jelas, kami dengan pihak keluarga sudah bersepakat menjalin komunikasi terus setiap perkembangan update dari hasil pemeriksaannya akan kita komunikasikan,” ujar Irjen Helmy Santika.
Dia memastikan penyelidikan masih berjalan. Namun begitu, Helmy belum mau menduga-duga terkait dugaan dari motif tewasnya Briptu RF.
“Berbagai macam motif kita akan coba uraikan satu per satu tapi nanti ini mungkin akan dijelaskan oleh Kabid Humas atau Dirkrimum secara teknis,” tutur Kapolda Gorontalo.
Pihaknya juga menyebut sudah mendatangkan keluarga beberapa saat setelah Briptu RF ditemukan tewas. Hal itu disebut sebagai bagian dari transparansi yang dilakukan Polda Gorontalo.
“Beberapa waktu lalu keluarga dari almarhum, paman-pamannya kebetulan ada, pergi ikut ke Gorontalo menyaksikan secara langsung kondisi jenazah yang masih utuh. Memang ini saya sampaikan jangan diapa-apakan dulu sebagai salah satu bentuk transparansi kami terhadap peristiwa ini,” ujarnya
Briptu Rully Firmansyah (RF) dimakamkan di TPU Ngadirgo, Mijen, Semarang dengan upacara kedinasan. Dalam upacara pemakaman, Kapolda Gorontalo Irjen Helmy Santika menyampaikan permohonan maaf.
“Saya minta maaf tidak bisa menjaga Briptu Rully. Dia anak yang baik, saleh, tapi keadaan ini memang membuat kita syok khususnya saya,” tuturnya saat memberi sepatah kata di TPU Ngadirgo, Semarang.
Kapolda Gorontalo juga mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik setelah kematian. Dia berharap keluarga juga bisa menerima dan mengikhlaskan kepergian Briptu RF.
“Semoga keluarga bisa menerima dengan lapang dada mengikhlaskan kepergian saudara kita sekaligus mendoakan almarhum diterima di sisi Allah,” ujarnya
Sebelumnya Briptu RF yang merupakan ajudan Kapolda Gorontalo, ditemukan tewas dengan luka tembak di dada di dalam mobil dinasnya yang terparkir di pinggir Jalan GORR, Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo.
Dugaan sementara Briptu RF tewas karena bunuh diri, karena dalam olah tempat kejadian perkara tidak ditemukan tanda kekerasan. namun untuk memastikan korban tewas bunuh diri Polisi masih terus mengusut kasus ini.


