Taj Yasin Minta Isu SARA Harus Distop Dalam Kampanye Politik

PEKALONGAN[Berlianmedia] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, meminta isu SARA dalam Pemilu 2024 di Jateng harus dihentikan.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di 35 kota/kabupaten, perlu melakukan mitigasi dan sosialisasi ke masyarakat, agar adanya isu-isu sensitif tersebut dapat ditekan sejak dini.

“Kalau ada isu SARA, ini yang perlu kita cut (hentikan), perlu kita luruskan jangan sampai isu itu muncul kita biarkan menjadi besar,” ujar Taj Yasin saat memberi pengarahan Kegiatan sinergitas dan sinkronisasi program bidang kesatuan bangsa dan politik, di Hotel Horison Kota Pekalongan, Rabu (18/1).

Taj Yasin menambahkan, masyarakat musti terus diberikan pemahaman mengenai kampanye gelap yang menyesatkan. Salah satunya, politik identitas. Menurutnya, meski masyarakat sudah dewasa menanggapi isu politik, namun masih ada beberapa elemen masyarakat yang mudah terhasut, sehingga bisa timbul perpecahan.

Baca Juga:  Lilik Purno Putranto Dukung Arnaz Pimpin KONI Kota Semarang

Tak hanya itu, Taj Yasin meyakini isu mengenai toleransi dapat menjadi muara dari upaya oknum-oknum saat berkampanye. Oleh karenanya, dia mengajak agar setiap orang saling mengingatkan. Masyarakat dihimbau agar lebih memahami makna toleransi yang sesungguhnya. Agar tidak muncul gesekan antar sesama.

“Politik identitas jangan sampai muncul di pemilu atau tahapan pemilu. Saya yakin muaranya itu pada isu toleransi. Sementara toleransi itu tidak boleh kebablasan, harus ada remnya,” tuturnya.

Taj menghimbau masyarakat agar memilih pemimpin yang sudah sesuai dengan keyakinan hati. Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan pilihannya kepada orang lain.

“Kita tidak bisa mempengaruhi kalau orang tersebut sudah menetapkan pilihannya, kita harus menghormati hal itu,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!