SIS Semarang Siapkan Fasilitas Baru Tingkatkan Belajar Siswa
SEMARANG[Berlianmedia] – Singapore Intercultural School (SIS) Semarang menerapkan kurikulum Singapura dan Cambridge dalam proses pembelajaran peserta didiknya.
Memasuki tahun ke-26 Singapore Intercultural School Group menandai tonggak sejarah dengan berfokus pada pembangunan gedung sekolah SIS Semarang dan memastikan seluruh fasilitas dapat mendukung program sekolah internasional terbaik bagi siswa.
SIS merupakan sekolah yang memiliki ragam budaya terbanyak di Kota Semarang.
Head Teacher atau Kepala Sekolah SIS Semarang Robert Davis mengatakan melalui kurikulum itu, para siswa dibekali dengan berbagai program dan metode pembelajaran.
Peserta didik tidak hanya dibekali pembelajaran aktif (active learning), namun juga pengkodean (coding), robotika (robotics), dan realitas virtual (virtual reality).
“Untuk lebih meningkatkan pengalaman belajar, kami menyiapkan fasilitas baru berupa gedung SMA, lapangan basket tertutup, lintasan lari dan sebagainya,” ujar Robert di SIS Semarang, Jl Bukit Candi Golf 20, Tembalang, Kota Semarang, Rabu (4/4)
Pembanguan gedung ditargetkan rampung pada 2026 mendatang. Keberadaan gedung baru ini nantinya akan menambahkan kapasitas murid sekolah. Diperkirakan, dari yang semula 400-500 siswa, akan menjadi 900 siswa.
Sementara itu, Marketing Manajer SIS Semarang Corry Situmorang menuturkan, meski berstatus sekolah internasional, peserta didik SIS Semarang mayoritas warga negara Indonesia, atau sekitar 70%. Selebihnya berasal dari beragam warga negara, baik dari Asia, Amerika maupun Eropa.
“Guru yang mengajar di sekolah ini selain dari Indonesia, juga berasal dari sejumlah negara luar, seperti Filipina, India, Australia dan sebagainya. Kami juga menanamkan pendidikan karakter, termasuk mengajarkan sikap saling menghargai satu sama lain,” tuturnya.
Meski menerapkan mengunakan kurikulum singapura dan cambridge, sekolah ini tetap mengajarkan nilai kemanusiaan dan sosial.Ā Sehingga siswa tetap bisa menjaga sopan-santun saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar sekolah.
Tidak itu saja siswa juga berkomitmen untuk menjaga kerukunan beragama.
āDisini saya memiliki teman dan guru yang sangat sportif dari berbagai negara, disi juga tidak diskriminasi , semua saling terbuka dan berbaur bersama tanpa meihat latar belakangā ujar Garry Alfarogo siswa Singapore Intercultural School itu.
Untuk diketahui, SIS Semarang merupakan sekolah yang tergabung dalam SIS Group of Schools. Sekolah ini didirikan warga asal Singapura, Jaspal Sidhu pada 1996.
Saat ini, setidaknya ada tujuh sekolah yang dioperasikan di Indonesia, meliputi SIS Semarang, SIS Jakarta Selatan, SIS Kelapa Gading, SIS Pantai Indah Kapuk, SIS Cilegon, SIS Palembang dan SIS Medan. Sekolah ini juga beroperasi di sejumlah negara lain, seperti Myanmar, India, hingga Korea Selatan.


