Selama Libur Nataru, Angka Kecelakaan Di Jateng Menurun 31%

SEMARANG[Berlianmedia] – Polda Jateng selama pelaksanaan pengamanan Nataru menyebut tidak terdapat kejadian menonjol yang terjadi di masyarakat baik itu aksi teror, pengamanan tempat ibadah dan objek wisata, serta pengaturan arus mudik dan balik masyarakat.

Kabidhumas Kombes Pol Satake Bayu mengatakan hasil Pelaksanaan Operasi Lilin Candi (OLC) 2023 yang melibatkan sebanyak 15.000 personil gabungan Polri, TNI seta stakeholder terkait yang tergelar di 278 Pos baik itu Pos Pam, Pos Yan dan Pos Terpadu berlangsung lancar.

“Bahkan selama OLC 2023 berhasil menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas dibanding OLC 2022. Jumlah kejadian saat OLC 2023 mencapai 401 kasus atau turun 31 % dari 579 kasus kecelakaan saat OLC 2022,” ujar Kabidhumas pada Konferensi Pers Hasil Pelaksanaan Operasi Lilin Candi (OLC) 2023 di Balai Wartawan Mapolda Jateng pada hari Kamis, (4/1).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dirlantas Kombes Pol Sonny Irawan didampingi Kabidhumas Kombes Pol Satake Bayu yang memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan operasi yang berjalan selama 12 hari sejak tanggal 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.

Baca Juga:  UPTown Mall BSB Mulai Diopersaikan

Secara umum, Kabidhumas menyebut OLC 2023 digelar guna mengamankan kegiatan masyarakat di Jawa Tengah baik ibadah maupun liburan selama Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Kegiatan operasi melibatkan sebanyak 15 ribu personil gabungan Polri, TNI seta stakeholder terkait yang tergelar di 278 Pos baik itu Pos Pam, Pos Yan dan Pos Terpadu.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Sonny Irawan menambahkan, Operasi Lilin merupakan Operasi Kemanusiaan sehingga lebih mengedepankan giat preemtif dan preventif dibanding upaya penegakan hukum. Dia juga mengungkap saat Arus Mudik dan Balik musim liburan Nataru, alur trans Jawa melalui jalan Tol Jawa Tengah berjalan dengan aman dan lancar serta tidak ada kejadian menonjol.

Adapun kondisi arus lalin selama Nataru, puncak arus mudik terjadi pada 23 Desember 2023 dengan jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 51.000. Puncak tertinggi arus mudik berlangsung pada pukul 12.00 WIBhingga 15.00 WIB dengan jumlah per jam mencapai 3.000 kendaraan yang melintas.

“Hal ini berdasarkan data pantauan Traffic Acounting yang dimiliki oleh Jasa Marga. Sedangkan puncak arus baliknya terjadi pada 1 Januari 2024 dengan jumlah lintasan harian mencapai 38.000 kendaraan. Puncak pada pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB terdapat 2.500 – 2.800 kendaraan yang melintas per jam,” tutur Dirlantas.

Baca Juga:  Komisaris Tornado FC Junianto Tunjuk Stefan Keeltjes Sebagai Pelatih Kepala

Guna menghadapi hal tersebut, pihaknya bersama stakeholder yang terkait telah merumuskan cara bertindak (CB) yang disesuaikan dengan kondisi di Lapangan. Bahkan selama Ops Lilin Candi 2023, CB yang dilakukan masih dalam tahap normal.

“Tidak ada yang melakukan rekayasa lalu lintas termasuk Contra Flow ataupun One Way. Masih tahapan gelaran personil di lapangan dan Tim Urai Kemacetan yang melaksanakan pengaturan dan patroli. Termasuk membuka pintu Tol tambahan, semua itu masih dalam tahap normal,” ujarnya.

Melalui evaluasi Ops Lilin Candi 2023 yang telah dilakukan, diharapkan pada saat pelaksanaan Ops Ketupat mendatang pihaknya telah siap mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi dalam rangka mudik lebaran. Dalam hal ini upaya pemberlakukan One Way secara nasional guna melancarkan arus kendaraan yang melintas.

Baca Juga:  Ratusan Ribu Pekerja di Jawa Tengah Sudah Terima BSU 2025, Ahmad Luthfi: Gunakan dengan Baik

“Jadi misalkan traffic acounting yang berada di Semarang (Kalikangkung & Banyumanik) mencapai 4.000 kendaraan selama 2 jam berturut-turut, dan lintasan kendaraan di Cikatama mencapai 6.000 kendaraan selama 2 jam berturut-turut, maka dari Korlantas akan memberlakukan One Way secara nasional. Alhamdulillah kemarin saat Ops Lilin Candi 2023 tidak terjadi dan masih dalam batas normal,” tuturnya.

Pihaknya juga melakukan kerja sama dengan pihak rest area untuk memberlakukan buka tutup di sejumlah rest area guna mengatasi keterbatasan tempat parkir. Termasuk memberikan himbauan kepada masyarakat tentang lokasi Pom Bensin berjalan dan Mobile Urinoir di sepanjang rute perjalanan.

“Jadi masyarakat yang ingin buang air dan isi BBM tidak harus masuk ke rest area, tapi kita juga siapkan di sejumlah titik di sepanjang rute perjalanan. Kita juga kerja sama dengan Pertamina untuk menambah Mobiling Pertamina. Kemarin (saat Ops Lilin Candi) disiapkan 2 unit, ke depan kami minta setidaknya ada 10 unit (saat Ops Ketupat Candi),” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!