Ribuan KRS di Kabupaten Semarang Terima Bantuan

UNGARAN[Berlianmedia] – Sebanyak 9.648 kepala keluarga risiko stunting (KRS) di Kabupaten Semarang menerima bantuan telur dan daging ayam dari pemerintah pusat.

Bupati Semarang melalui Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan bantuan pangan itu merupakan program pemerintah pusat, untuk membantu menyerap hasil produksi peternak. Selain itu, juga membantu masyarakat yang kekurangan protein memenuhi kebutuhannya.

“Bantuan diberikan untuk membantu percepatan penurunan jumlah warga kurang gizi atau stunting, sekaligus mengentaskan daerah rawan pangan,” ujarnya pada penyerahan bantuan pangan tersebut kepada warga, di halaman Kantor Pos Ungaran, Selasa (2/5).

Petugas Humas Satgas Pendistribusian Bantuan Pangan Stunting PT Pos Cabang Ungaran, Dwi Irianti Sulistyowati menambahkan, pihaknya melayani penyaluran bantuan untuk KRS di 10 kecamatan, meliputi Kecamatan Ungaran Timur, Pringapus, Bawen, Ambarawa, Bandungan, Ungaran Barat, Banyubiru, Bergas, Jambu dan Sumowono.

Baca Juga:  Cerita Pasappu, Ukiran dan Kerinduan Warga Toraja Pada Ganjar

Paket bantuan tersebut, lanjutnya, berupa 10 butir ayam dan satu kilogram daging ayam karkas beku tanpa kepala dan kaki, masing-masing diberikan kepada 7.158 KRS untuk April, Mei, dan Juni. Sedangkan KRS lainnya di sembilan kecamatan wilayah Selatan, dilayani oleh PT Pos Salatiga.

Dia menambahkan, pada hari pertama penyaluran bantuan, Selasa (2/5), PT Pos Ungaran membuka dua titik pelayanan di Ungaran dan Kantor Pos Ambarawa. Sebanyak sembilan personel ditugaskan di tiap titik melayani warga.

“Hari ini berjalan lancar, karena telah diatur jam kedatangan warga. Pasokan bahan makanan dari distributor juga berjalan sesuai jadwal. Penggantian warga penerima juga kami layani, dengan menunjukkan surat keterangan dari desa/kelurahan,” tuturnya.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ungaran Timur, Ari Prasetyawan menjelaskan, dirinya membantu proses penggantian setidaknya dua orang warga dari dua desa.

Baca Juga:  Didatangi Kades, Ahmad Luthfi Tegaskan KDMP Bukan Beban Desa Tapi untuk Kesejahteraan Rakyat

“Penggantian dilakukan setelah melalui verifikasi dari pihak desa/kelurahan. Warga yang diganti karena berstatus PNS, dan ada yang jadi perangkat desa. Harapannya, bantuan dapat tepat sasaran,” ujar Ari.

Penerima bantuan Turkamun (36), mengaku kaget dan senang menerima bantuan. Warga RT 1/RW 1 Dusun Gendurit, Kawengen itu tidak tahu akan menerima bantuan pangan berprotein itu.

“Nggak tau, saya diberi undangan dari Pak RT untuk datang dan menerima bantuan ini,” tuturnya polos.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!