Pengadaan Barang Jasa Produk Dalam Negeri Capai 89,7%

BOYOLALI[Berlianmedia] – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyebut pengadaan barang dan jasa dari produk dalam negeri oleh pemerintahan hingga saat ini sudah mencapai 89,7%.

“Target LKPP 95%. Maka masih perlu effort luar biasa untuk mengejar target,” ujar Kepala LKPP Hendrar Prihadi pada Rapat Koordinasi UKPJB tingkat Provinsi Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (28/11).

Sedangkan dari sisi keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk belanja APBN dan APBD hingga saat ini sudah mencapai 38%.

“Kalau di inpres kan minimum 40%. Akan didorong untuk penyempurnaan itu. Target ini perhitungannya sampai dengan 31 Desember,” tutur Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi.

Mengenai kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang aktif melakukan pengadaan barang dan jasa melalui LKPP, sejauh ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), institusi Polri, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga:  Warga Candirejo Tuntut Keadilan Pembagian Ganti Rugi Lahan

“Jawa Tengah termasuk wilayah yang sangat peduli e-katalog dan produk dalam negeri,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai rakor tersebut diharapkan bisa memberikan semangat kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog LKPP.

“Kalau barang dan jasa bisa dikelola dengan baik dan benar maka bisa memberikan kemajuan di bidang ekonomi di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Biro Administrasi Pengadaan Barang Jasa (APBJ) Jawa Tengah mengajak kolaborasi antar-Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) pada transformasi pengadaan barang jasa sebagai akselerator pembangunan berkelanjutan.

Kepala Biro APBJ Jawa Tengah Yasip Khasani menuturkan, tujuan penyelenggaraan rakor tersebut sebagai sarana koordinasi dan kolaborasi antar-UKPBJ di Jawa Tengah.

“Tujuannya secara khusus yang pertama adalah secara bersama-sama melakukan evaluasi pelaksanaan proses pengadaan barang jasa dan tingkat kemapanan UKPBJ di Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga:  Alfamart Kembali Gelar Mudik Gratis 2023

Dia berharap melalui rakor tersebut dapat menghasilkan peningkatan indeks tata kelola pengadaan barang jasa.

“Yang kedua percepatan transformasi pengadaan barang dan jasa dalam meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!