Pelantikan Pengurus Pejuang Marhaenis Nusantara: Seruan Menjaga Budaya Luhur dan Membela Kaum Marhaen

SEMARANG [Berlianmedia]— Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Pejuang Marhaenis Nusantara (PMN), menjadi momentum peneguhan kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno, di tengah tantangan zaman dan derasnya arus budaya asing, yang kian menggerus jati diri bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pejuang Marhaenis Nusantara Heru Subiantoro menegaskan, pentingnya menjaga dan merawat budaya luhur Nusantara sebagai benteng ideologis bangsa. Ia mengingatkan, bahwa serbuan budaya asing yang tidak selaras dengan nilai keindonesiaan, harus disikapi dengan kesadaran, keteguhan dan keberanian kolektif.

“Kepada pengurus yang baru dilantik, saya menegaskan: turunlah ke bawah, ketuklah pintu hati kaum marhaen di seluruh penjuru Jawa Tengah. Bangkitkan mereka dengan organisasi, dengan kekuatan persatuan dan dengan kesadaran ideologis,” tegasnya, saat pelantikan di Wisma Perdamaian Semarang, Minggu (11/1).

Baca Juga:  Cuaca Semakin Memburuk, Nelayan Dihimbau Tunda Melaut

Ketua Umum menekankan pula, bahwa kepemimpinan sejati bukanlah kepemimpinan yang hanya duduk di belakang meja, melainkan kepemimpinan yang hadir di tengah rakyat, berani mengambil risiko demi kebaikan rakyat. Ia menyebut konsep Bung Karno, bahwa kepemimpinan yang berani menghadapi bahaya, sebagai syarat mutlak demi membela rakyat kecil dan kaum marhaen.

“Pemimpin harus berani ‘merepet bahaya’ demi kebenaran dan keadilan. Bukan mendengar masukan yang belum tentu jelas arahnya, tetapi berpihak secara tegas kepada rakyat,” ujarnya.

Pelantikan Pengurus DPP PMN Jawa Tengah dihadiri Kepala Kesbangpol Kota Semarang di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu (11/1). Foto : Absa

Lebih jauh, Jawa Tengah disebut sebagai wilayah strategis yang harus menjadi benteng pertahanan ajaran Bung Karno. Organisasi Pejuang Marhaenis Nusantara didorong menjadi wadah penggemblengan kader yang militan, berdisiplin dan berwawasan luas, dengan pemikiran setajam pedang dan hati seluas samudera.

Baca Juga:  Ita Terus Berupaya Untuk Menahan Inflasi Di Kota Semarang

Ketua Umum PMN juga mengingatkan, bahwa perjuangan belum selesai. Tantangan dan badai akan selalu menghadang, namun ia mengutip pesan Bung Karno sebagai sumber keberanian.

“Barang siapa ingin mencapai kemuliaan, maka ia harus berani terjun ke laut yang dalam.”

“Jika jalan yang kalian lalui terasa berat, yakinlah Tuhan akan memberikan sepatu yang kuat. Kita adalah pewaris api revolusi, bukan pewaris abunya,” tandas Heru.

Menutup sambutannya, Ketua Umum menyerukan agar panji-panji Pejuang Marhaenis Nusantara dikibarkan di seluruh pelosok Jawa Tengah sebagai simbol perjuangan, keberpihakan, dan harapan bagi rakyat kecil.

“Maju terus, pantang mundur. Tuhan pasti akan memberkati dan membuka jalan perjuangan kita,” pungkasnya.

Hadir pada pelantikan DPP PMN Jawa Tengah, selain organisasi seazaz Marhaenis, sesepuh Marhaenis Jawa Tengah.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!