Ita Terus Berupaya Untuk Menahan Inflasi Di Kota Semarang

SEMARANG[Berlianmedia] – Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu terus mengupayakan menahan inflasi di wilayanya tetap rendah, berbagai langkah pun dilakukan.

“Kita masuk 10 besar nasional meski bukan yang terbaik tapi kita harus bisa mempertahankan inflasi ini tetap rendah,” kata Ita panggilan akrab Hevearita G Rahayu itu seusai membuka acara Kick Off Meeting Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2024 di Gedung Moch Ichsan, Balai Kota Semarang, Kamis (19/1).

Ita mengatakan upaya dilakukan menekan angka inflasi dengan turun langsung ke lapangan dan memantau secara rutin harga kebutuhan pangan di pasar. Sejumlah intervensi dilakukan untuk menekan atau menurunkan jika harga komoditas mengalami kenaikan.

“Salah satu upayanya dengan kita membentuk badan usaha milik petani (BUMP) yang bisa memutus mata rantai distribusi,” tuturnya.

Baca Juga:  Dongkrak Suara Pilpres dan Pileg, SBY dan AHY Akan Rutin Turun di Jateng

Ita menambahkan, BUMP telah mulai melakukan berbagai kerja sama dengan beberapa kabupaten tetangga. Misal, Kabupaten Kendal untuk memasok telur dan Kabupaten Demak untuk memasok beras sebagai salah satu pemicu tingginya inflasi.

Menurutnya, saat ini komoditas tomat bahkan juga menjadi salah satu pemicu tingginya inflasi. Komoditas lain, beras, telur dan ayam. Pihaknya akan terus melakukan monitoring agar kenaikan kebutuhan pokok tersebut tidak menjadi pemicu inflasi di Kota Semarang.

“Kalau kemarin cabai harga naik saat ini tomat harganya tinggi sehingga kita harus bisa melakukan penanaman termasuk tomat,” ujarnya.

Melalui pengendalian inflasi, dia berharap Kota Semarang tidak akan merasakan dampak dari adanya resesi global. Selain inflasi, Pemkot Semarang juga akan fokus pada penurunan angka kemiskinan dan angka stunting.

Baca Juga:  Kertanegara dan Pertanyaan Warga: Dialog Tanpa Saringan atau Konsolidasi Kekuasaan?

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!