Organisasi Muda Seakeeper Kampanye Konservasi Laut di SMP Kanisius Kudus
KUDUS [Berlianmedia]– Upaya edukasi lingkungan hidup, terus disuarakan berbagai kalangan, termasuk oleh organisasi muda Seakeeper, yang menggelar sesi sharing edukasi di SMP Kanisius Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (16/6).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kampanye konservasi laut, yang akan dilanjutkan dengan aksi bersih pantai di Desa Teluk Awur, Jepara, keesokan harinya.
Seakeeper adalah organisasi lingkungan hidup yang didirikan pada awal 2022, oleh dua dari tiga bersaudari Michiko Wanandi yang menempuh pendidikan University of California, Berkeley dan Mitsuko Wanandi di Santa Catalina School, Monterey.
Organisasi ini berfokus pada edukasi konservasi laut kepada pelajar tingkat SD hingga SMA di berbagai wilayah Indonesia.
Organisasi ini berfokus pada edukasi dan aksi nyata konservasi laut, kepada pelajar tingkat SD hingga SMA di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin berbagi ilmu tentang mikroplastik dan pentingnya membersihkan pantai. Karena banyak orang masih belum sadar bahwa membuang sampah sembarangan berdampak besar bagi ekosistem laut,” ujar Michiko usai acara.
Materi yang disampaikan kepada siswa mencakup pengertian mikroplastik, dampaknya terhadap kehidupan laut dan bagaimana mikroplastik berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia, melalui rantai makanan.
Kegiatan Seakeeper tidak hanya berlangsung di Kabupaten Kudus. Sebelumnya, organisasi ini telah menyambangi sekolah-sekolah di Bandung, Padang, dan Semarang. Strategi mereka dimulai dari generasi muda, karena anak-anak adalah agen perubahan masa depan.
“Kami sadar mengubah kebiasaan masyarakat dewasa yang sudah terbiasa menggunakan plastik itu tidak mudah. Karena itu, kami mulai dari anak-anak. Dari mereka, perubahan diharapkan bisa lahir,” lanjut Michiko.
Bahkan diungkapkan pula, bahwa menurut penelitian terbaru, mikroplastik telah ditemukan tidak hanya di tubuh manusia bahkan dalam sel otak.
“Masalah mikroplastik ini sudah lama, tapi makin hari makin mendesak. Banyak penelitian kini menemukan mikroplastik dalam darah, air minum, bahkan dalam otak manusia,” jelas Mitsuko.
Dalam presentasi hari ini, para siswa tidak hanya mendapatkan materi teori, tapi juga diajak untuk turut serta dalam aksi bersih pantai yang akan dilaksanakan besok. Mereka akan terjun langsung membersihkan pesisir pantai Teluk Awur, Jepara, bersama relawan dan warga lokal.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa membawa lebih banyak orang untuk peduli terhadap laut. Karena laut bukan cuma tempat rekreasi, tapi sumber kehidupan yang penting bagi kita semua,” sambung Mitsuko.
Sambut Baik
Sementara Kepala SMP Kanisius Kudus, Driyono, menyambut baik kerjasama yang dilakukan dengan Seakeeper.
“Kegiatan ini sangat cocok, apalagi bertepatan dengan classmeeting. Ini bentuk pembelajaran positif di luar akademik. Kami memang ingin menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ucapnya.
Ia menambahkan, sekolah telah berupaya menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan dengan menyediakan tempat sampah terpilah, mengurangi penggunaan plastik dan mengedukasi siswa lewat kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam.
“Besok akan ada sekitar 80 siswa kelas 8 yang ikut aksi bersih pantai di Teluk Awur Jepara,” imbuhnya.
Antusiasme siswa terhadap kegiatan ini terlihat tinggi. Archangela Jesslyn Myrilla, siswi kelas 8A, menyambut baik program edukasi ini.
“Menurut saya program ini sangat baik, karena kita bisa membersihkan plastik di laut. Kita harus mulai dari pantai-pantai kecil dulu supaya semuanya bisa bersih,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Martinus Ferdinand Depuha dari kelas 8B juga merasa kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Kami belajar tentang ekosistem laut, bahaya mikroplastik untuk ikan sampai ke manusia. Plastik itu benar-benar merusak lingkungan,” tandasnya.
Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan edukatif, Seakeeper berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Aksi bersih pantai di Jepara keesokan harinya menjadi langkah nyata lanjutan dari apa yang telah ditanamkan di kelas hari ini.


