Sandiaga Uno Kunjungi Festival Kota Lama Semarang, Keliling Pasar Sentiling

SEMARANG[Berlianmedia] – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong Festival Kota Lama di Semarang dapat ditingkatkan skala penyelenggaraannya menjadi event berkelas internasional.

Sandiaga Uno mengapresiasi Pasar Sentiling Kuliner Nostalgia Festival Kota Lama Semarang yang digelar Pemerintah Kota Semarang di Metro Point depan Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Satlantas Polrestabes Semarang, di kawasan wisata Kota Lama, Semarang, Rabu malam (13/9).

Menparekraf Sandiaga saat meninjau “Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling” mengatakan Festival Kota Lama telah berhasil masuk dalam 10 besar event terbaik nusantara yang dirangkum dalam Karisma Event Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf.

“Saya mengucapkan apresiasi dan selamat kepada Festival Kota Lama karena telah berhasil masuk dalam 10 besar event terbaik nusantara yang kita rangkum dalam Karisma event Nusantara (KEN). Ini adalah top 10 KEN yang terkurasi melalui proses yang sangat kompetitif, levelnya sudah nasional,” ujar Sandiaga.

Menurutnya, hingga saat ini 48% dari jumlah obyek wisata yang ada merupakan wisata kuliner, jadi sudah cocok Pasar Sentiling ini menjadi wisata kuliner, bahkan festival seperti ini sudah bisa menjadi festival internasional.

Jika ini terwujud, tutur Sandiaga, pihaknya akan berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan untuk dapat kembali membuka penerbangan internasional dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang yang selama ini belum dibuka sejak Covid-19 beberapa waktu lalu.

Di festival kuliner itu, Sandiga Uno ditemani Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Perangingin I Gusti Ayu Dewi Hendriyani dan Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkeliling ke stan-stan kuliner.

Baca Juga:  Jadi Tujuan Wisata Lebaran, Ganjar Cek Persiapan di Candi Prambanan

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menuturkan event-event festival serupa terutama bertema warisan budaya memang kerap digelar di Kota Semarang. Bahkan juga akan digelar Festival Kuliner Semarang Lama, di sekitar Alun-alun Kota Semarang yakni di depan Masjid Agung Kauman.

Selain itu, event lainnya yang direncanakan digelar Festival Kali Semarang yang membelah kawasan Kauman, Kampung Melayu, Kota Lama dan Pecinan.  Lokasi itu adalah tempat-tempat yang berdekatan satu sama lain, tak jauh dari Titik Nol Kilometer Kota Semarang.

“Nantinya juga akan digelar semacam festival akulturasi budaya, yakni Jawa, Melayu, Tionghoa dan Belanda yang memang lekat dengan kawasan tersebut, mengingat dari festival heritage itu PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Semarang meningkat,” tutur Ita panggilan akrab wali kota.

Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling yang menjadi bagian dalam rangkaian Festival Kota Lama telah digelar rutin setiap tahun sejak 2018 lalu. Waktu formatnya selama 11 hari. Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling 2023 digelar mulai 7 hingga 17 September 2023 mendatang.

Partisipasi Sido Muncul

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tak ketinggalan ikut berpartisipasi dalam Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling dengan membukan booth paling depan. Sido Muncul menampilkan produk-produk unggulan di antaranya Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Kopi Ginseng Kuku Bima, Kopi Jahe Sido Muncul, Alang Sari Plus, Kunyit Asam, serta beberapa produk baru, seperti Kuku Bima Energi Siap Minum, yang hadir dengan dua varian (Jeruk dan Anggur), Tolak Linu, dan Tolak Angin Care (Roll-on Aroma Terapi).

Partisipasi Sido Muncul ini sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap produk asli anak bangsa yang telah dikenal di dunia, yakni jamu.

Baca Juga:  Meski Sudah Ditetapkan Hukum, Bank Mandiri Tetap Tidak Mau Bayar Uang Nasabah Yang Hilang

Bahkan pengunjung pun setiap hari memadati booth Sido Muncul pada gelaran Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling yang diikuti oleh 50 Stand itu. Pada booth Sido Muncul juga cukup menarik dengan menampilkan beberapa wayang orang untuk menyambut pengunjung.

“Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling ini keren sekali. Itu membuktikan bahwa Kota Semarang kaya potensi wisata kuliner yang dapat lebih dikembangkan lagi. Tidak hanya tingkat nasional, tetapi internasional,” ujar Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.

Berbagai potensi wisata Kota Semarang itu, tutur Irwan, harus disajikan secara genuine, asli, apa adanya sebagai sebuah kearifan lokal.  Irwan juga mengajak para pengelola obyek wisata, pegiat seni dan masyarakat secara bergandengan bersama mengembangkan sektor wisata di Kota Semarang dan sekitarnya.

“Kita akan terus mendorong para pegiat wisata agar bisa lebih inovatif dengan menciptakan kreasi-kreasi baru dan bisa bersinergi dengan pengelola obyek wisata untuk menampilkan pertunjukan maupun pagelaran kesenian, seperti di kawasan wisata Kota Lama ini,” tutur Irwan.

Irwan berharap dengan adanya pertunjukan kesenian tradisional di tempat-tempat wisata dapat meningkat perekonomian lokal, bahkan warga senang, seniman senang, pedagang juga ikut senang serta kunjungan wisawan lokal pun meningkat.

Menurutnya, jika potensi wisata itu dapat dikembangkan optimal, akan menjadi banyak pilihan bagi wasatawan mancanegara. Potensi wisata di wilayah Kota Semarang diharapkan bisa turut mengangkat perekonomian warga.

Sido Muncul berkomitmen mendukung dengan perkembangan wisata di Kota Semarang, dan ikut mengembangkan dengan rencana mendirikan tiga hotel berbintang.

Sementara dari total 50 tenant kuliner Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling, tercatat 50%-nya merupakan kuliner asli Semarang dan sisanya datangkan dari luar Semarang seperti Yogyakarta, Solo, Jakarta, Palembang, Bandung, Cirebon hingga Bali.

Baca Juga:  Tim PkM USM Kenalkan Temuan Pipa Resapan Horizontal di Thailand

Pada tahun lalu transaksi di event Kuliner Nostalgia Pasar Senitiling bisa mencapai Rp3 miliar dan tahun ini diharapkan bisa semakin meningkat melihat tingginya animo masyarakat untuk datang mencicipi kuliner dari berbagai daerah itu.

Tenant-tenant kuliner itu di antaranya Tengkleng Gajah Yogyakarta, Gudeg Yu Djum Yogyakarta, Sate Kambing Pak H Bejo Solo, Lekker Gajahan Solo, Toko Oen Semarang, Nasi Goreng Babat Mas Ari, Es Puter Conglik Ahmad Dahlan, Ayam Betutu Mentempeh Bali, Soto betawi H Agus Jl Barito, Ketan Susu Kemayoran 1958.

Kemudian Es Durian Iko Gantinyo 1986, Pempek Sriwijaya Jelambar, Mie Bandung Kejaksaan 1964, Batagor Cuplis, Cempedak & Pisang Goreng Srikaya Ahou, Tahu Petis Yudhistira, Mie Semar Gading serpong, Nasi Jamblang Bu Sumiasih; Mie Kocok Bandung Marika; Serabi Hijau 11 & Cendol Bdg; Chicongfan & Kue Medan.

Bahkan ada Bakmi Ayam Kampung Ationg, Rawon Surabaya Bu Agus, Es Sinar Garut Putra Abah, Nasi Kebuli Karju, Cakwe & Surabi Master Bgr, Pisang Ijo Payjo, Sate Ayam & Pecel Mbok Sri, Cuanki Bandung Mang Udin; Siomay Jhony, Soto Mie Bgr & Bakwan Malang.

Kue Ape, Cubit, Pancong, Rangi, Tahu Walik Semarang Kriuk, Hozi Ceker & Sayap Ayam, Mayosam.Id, Kue Putu Mahendra, Amirame street food, Mendoan Purwokerto, Smiling Manggo, Sate Marangi Mbak Asih, Es Tebu Kang Tebu, Es Podeng Daplun Gading Serpong, Sweetland Jkt, Tahu Gejrot Arjuna dan Pisang Plenet Pemuda.

Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling selama event ini buka pukul15.00 – 22.00 WIB saat weekday dan pukul 14.00 – 23.00 WIB saat weekend.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!