Sholat Idul Adha Bergas: Seruan Kurban, Doa Palestina
BERGAS SEMARANG [Berlianmedia] – Dalam suasana pagi yang sejuk dan cerah, ribuan umat Islam dari berbagai penjuru Kecamatan Bergas dan sekitarnya memadati pelataran Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah. Momen agung ini menjadi saksi pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 H pada Jumat, (6/6), yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Tepat pukul 06.38 WIB, takbir menggema mengiringi langkah jamaah yang berdatangan sejak subuh. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah H. Hamam Sanadi, Ph.D, seorang akademisi dan ulama dari Muhammadiyah Salatiga yang dikenal karena pesan-pesan dakwahnya yang menyentuh sisi spiritual dan sosial umat.
Dalam khutbahnya, Hamam menyampaikan pesan yang menggugah: Idul Adha bukan hanya tentang ritual tahunan penyembelihan hewan, tetapi tentang jiwa pengorbanan, keteladanan Nabi Ibrahim, dan kepedulian terhadap sesama manusia yang sedang tertindas. Ia menyerukan kepada seluruh jamaah untuk meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana diabadikan dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102, sebagai wujud kepasrahan total kepada kehendak Ilahi.
“Kurban bukan sekadar menyembelih hewan. Kurban adalah pemotongan ego, pemurnian niat, dan kesiapan mengorbankan yang kita cintai demi kebaikan yang lebih besar,” ujar Hamam dalam nada tegas namun teduh.
Ia juga mengajak jamaah untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan panjang yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina. Dengan suara bergetar, ia mengingatkan bahwa saat umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha dan jamaah haji berada di tanah suci, jutaan warga Palestina masih hidup dalam penjajahan, blokade, dan kekerasan yang sistematis.
“Mari panjatkan doa, jangan putus empati. Kepedulian adalah bagian dari iman. Doa dari hati yang tulus akan menembus langit,” serunya, yang disambut linangan air mata dari sebagian jamaah.
Setelah sholat selesai, Ketua PCM Bergas, H. Sugeng Riyadi, SH, yang juga anggota DPRD Kabupaten Semarang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Muhammadiyah, simpatisan, dan masyarakat luas yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini. Ia juga menyampaikan informasi penting terkait pelaksanaan kurban.
“Alhamdulillah, untuk Idul Adha tahun ini kami berhasil menghimpun 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Penyembelihan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Juni 2025, di halaman belakang Soto Galeh Bawen, tepat di depan PT Coca-Cola,” ujar H. Sugeng.
Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan kemudahan akses, kenyamanan teknis, serta fasilitas yang mendukung proses penyembelihan dan distribusi. Panitia kurban dari PCM Bergas telah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk tenaga penyembelih profesional, relawan dari unsur Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Kokam, serta sistem pendistribusian yang tertib dan tepat sasaran.
Rencananya, daging kurban akan dibagikan kepada kaum dhuafa, warga di pelosok Bergas yang jarang menikmati daging, anak-anak yatim, serta beberapa lembaga sosial dan pesantren binaan Muhammadiyah. Proses pemotongan dilakukan sesuai syariat, dan penanganannya dijaga higienitas dan efisiensinya.
“Semangat kurban ini harus jadi pengikat ukhuwah. Tidak hanya berbagi daging, tapi berbagi empati, berbagi semangat untuk menjadi lebih peduli kepada sesama,” tegas H. Sugeng.
Kegiatan ini menjadi refleksi nyata bahwa Muhammadiyah tidak hanya hadir sebagai organisasi dakwah formal, tapi juga sebagai gerakan sosial kemanusiaan yang menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat. Penekanan terhadap nilai keteladanan Nabi Ibrahim, pentingnya empati global terhadap umat yang tertindas, dan aksi sosial nyata melalui kurban, menjadi inti pesan dari kegiatan Idul Adha tahun ini.
Tidak hanya berisi ritual, rangkaian Idul Adha yang dilaksanakan PCM Bergas juga menjadi ajang penyadaran spiritual dan sosial, bahwa berkurban bukan hanya menyentuh dimensi vertikal dengan Allah, tetapi juga dimensi horizontal antarsesama manusia.
“Ini adalah momentum bagi kita untuk memperbaiki niat dan memperluas manfaat. Berkurban bukan sekadar gugur kewajiban, tapi jalan menuju hati yang lebih lapang dan jiwa yang lebih peduli,” tutup H. Hamam Sanadi dalam penutup khutbahnya.
Sebagai bagian dari gerakan dakwah berkemajuan, Muhammadiyah Kecamatan Bergas terus mendorong masyarakat untuk menghayati makna Idul Adha lebih dari sekadar formalitas keagamaan, melainkan sebagai medium membentuk kepekaan terhadap kemanusiaan universal.


