Petani Wonosobo Tersapu Longsor Hanyut di Sungai Bogowonto saat Pulang dari Sawah
WONOSOBO [Berlianmedia]– Seorang petani bernama Ibu Imbuh (42), warga Dusun Larangan, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, dilaporkan hanyut di Sungai Bogowonto, saat hujan deras mengguyur wilayah setempat pada Minggu (12/4) sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan keterangan Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, insiden tersebut diduga dipicu longsoran tanah lokal yang terjadi di jalur yang dilalui korban, saat perjalanan pulang dari sawah.
Kondisi medan yang cukup ekstrem, dengan sisi tebing di satu bagian dan jurang sedalam kurang lebih 20 meter di sisi lainnya yang langsung terhubung dengan aliran Sungai Bogowonto, menjadi faktor risiko utama.
“Saat korban berjalan pulang, tiba-tiba terjadi longsor lokal yang menimpa jalur tersebut. Korban diduga terpeleset dan terjatuh ke sungai di samping jalan,” ujar Budiono.
Hingga malam hari, korban tidak kunjung tiba di rumah, sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian mandiri dan menemukan bekas longsoran di lokasi kejadian serta sejumlah barang milik korban, seperti bekal makanan, kain dan jaket di sekitar aliran sungai.
Karena upaya pencarian belum membuahkan hasil hingga tengah malam, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait, yang selanjutnya diteruskan ke Basarnas melalui Pos SAR Wonosobo.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan, yang terdiri dari sekitar 60 personel langsung diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian.
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang aliran sungai yang memiliki kontur bebatuan dan arus yang sebelumnya cukup deras akibat hujan. Meski kondisi cuaca saat itu dilaporkan mulai membaik dan arus sungai berangsur normal, tim tetap menghadapi tantangan medan yang cukup berat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di area perbukitan dan dekat aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem. Risiko longsor lokal dan licinnya jalur dapat terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan.
Masyarakat diimbau untuk menghindari jalur rawan saat hujan deras, menggunakan perlengkapan yang aman, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Pihak SAR berharap, proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan. Kejadian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kebencanaan dan kesadaran akan pentingnya keselamatan, dalam setiap aktivitas sehari-hari.


