DPRD Jateng Dorong Pasar Induk Dijadikan Pasar Berbasis Wisata

YOGYAKARTA[Berlianmedia] – DPRD Jateng akan mendorong Pasar induk di tiap eks karesidenan menjadi pasar berbasis pariwisata, sehingga bisa menjadi destinasi favorit pilihan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui Komisi B DPRD Jateng akan terus mendorong konsep pasar tradisional itu berbasis wisata hingga bisa menjadi pilihan untuk revitalisasi yang diharapkan mampu menjadi objek wisata belanja bagi wisatawan.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Peni Dyah mengatakan ke depan pasar berbasis wisata tidak hanya jadi untuk kulakan kebutuhan pokok saja karena harganya murah, tapi juga menjadi tujuan wisata para wsiatawan.

ā€œLetak Pasar induk di tiap eks karesidenan hampir semua strategis, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk melakukan revitalisasi menjadi pasar tradisional yang berbasis ‘tourism,” ujarnya seusai kegiatan kunjungan Komisi B DPRD Jateng di Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Jumat (2/2).

Baca Juga:  Cuaca Kota Semarang Hari Kamis Ini Diperkirakan Siang Alami Hujan Ringan Berlanjut hingga Sore

Dia berharap di Provinsi Jawa Tengah nantinya ada pasar-pasar yang fungsinya sama dengan di pasar Beringharjo Yogyakarta. Jadi tidak hanya untuk kulakan kebutuhan pokok saja karena harganya murah, tapi juga menjadi tujuan wisata.

Menurutnya, di Provinsi Jawa Tengah nantinya juga diharapkan ada pasar-pasar yang fungsinya sama dengan di pasar Beringharjo Yogyakarta. Jadi tidak hanya untuk kulakan kebutuhan pokok, tapi juga menjadi tujuan wisata.

ā€œSeperti halnya yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian juga yang berdekatan dengan Yogyakarta ada Kota Magelang yang memiliki pasar induk besar Rejowinangun yang saat ini menjadi tempat kulakan pedagang dari Kabupaten Temanggung dan Purworejo. Harapannya nanti bisa didorong menjadi pasar wisata,ā€ tutur Anggota Fraksi PDIP DPRD Jateng itu.

Baca Juga:  Bawaslu Jateng Imbau Peserta Kampanye Pemilu Secara Tertib dan Taat Aturan

Dia menambahkan, ke depan tidak hanya menjadi tujuan membeli bahan pokok atau kulakan, namun juga kota Magelang sebagai kota jasa juga bisa menjadi tujuan wisata belanja di pasar tradisional.

ā€œSaya kira kalau mau didorong, hampir di setiap eks karisidenan ada pasar induk juga yang bisa menjadi pasar wisata seperti halnya pasar Beringharjo Yogyakarta,ā€ ujarnya.

Pembangunan revitalisasi Pasar induk juga mampu ikut mengembangkan potensi wisata dan meningkatkan perekonomian di daerah sekitarnya, sekaligus menumbuhkan aktivitas para pedagang.

“Pembangunan pasar rakyat berbasis pariwisata juga dapat meningkatkan aktivitas dan transaksi perdagangan di daerah serta menarik kunjungan wisatawan lebih banyak,” tutur Peni.

Komisi B, lanjutnya, juga berkesempatan berkelilingĀ di Pasar Beringharjo guna memantau kenaikan harga dan stabilisasi bahan pokok yang ada di Provinsi DIY sebagai studi banding antara pemerintah Jateng dan DIY. Dari hasil laporan Dinas Perdagangan, harga masih terkendali dan stok bahan pangan di Yogyakarta juga masih tergolong aman.

Baca Juga:  Siapkan Platform Baru Pengadaan Barang dan Jasa, LKPP Gandeng PT Telkom

ā€œKenaikan memang ada sedikit, kalau sayur-sayuran harganya agak turun. Untuk sembako ada kenaikan cuma sedikit pada item tertentu saja. Selain itu, karena Beringharjo itu adalah tempat kulakan khususnya pakaian, ini sudah terlihat geliat didatangi pedagang dari daerah untuk kulakan,ā€ ujarnya. (Rubrik/Anf)

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!