Babinsa Koramil 07/Bandar dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda, Perkuat Ketahanan Infrastruktur Desa
BATANG [Berlianmedia]— Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Babinsa Koramil 07/Bandar Kodim 0736/Batang bersama warga setempat, bahu-membahu mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Garuda dengan memecah batu sungai sebagai material cor pondasi, Selasa (21/4).
Kegiatan ini bukan sekadar kerja fisik, tetapi menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara aparat teritorial dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan serta pembangunan infrastruktur desa yang vital. Jembatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, terutama dalam akses ekonomi, pendidikan dan layanan dasar lainnya.
Sejak pagi hari, Babinsa bersama warga terlibat langsung dalam proses pengumpulan hingga pemecahan batu sungai. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan wilayah, tetapi juga memperkuat komunikasi sosial serta membangun kepercayaan publik.
Sertu Didik, Babinsa setempat menegaskan, bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian kepada rakyat.
“Kami hadir bukan hanya dalam kondisi darurat, tetapi juga dalam proses pembangunan masyarakat. Ini bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan kebutuhan mendesak bagi warga. Infrastruktur yang layak dinilai sebagai hak dasar masyarakat desa yang harus didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah.
Dari perspektif advokasi, kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas elemen dalam pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Partisipasi aktif warga yang didukung oleh aparat negara menjadi model pemberdayaan yang efektif, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.
Selain itu, gotong royong ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak bisa sepenuhnya bergantung pada kebijakan dari atas (top-down), melainkan perlu diperkuat dengan inisiatif dan partisipasi warga (bottom-up). Peran Babinsa dalam hal ini menjadi jembatan antara kepentingan masyarakat dan dukungan negara di tingkat akar rumput.
Dengan terus terjalinnya kolaborasi seperti ini, diharapkan pembangunan Jembatan Garuda dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih dari itu, semangat kebersamaan yang terbangun menjadi fondasi penting dalam menciptakan desa yang tangguh, mandiri dan berdaya.


