Wali Kota Semarang Optimis Semarang Bakal Bebas Banjir

SEMARANG[Berlianmedia] – Pemkot Semarang tak akan pernah berhenti berupaya terus melakukan berbagai inovasi untuk mengatasi permasalahan banjir dan rob di beberapa wilayah, hingga Tanggul Laut Tol Semarang-Demak Rampung.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan pembangunan infratsruktur masih menjadi fokus Pemkot Semarang untuk ke depan, mengingat masalah banjir di berbagai wilayah belum semua terselesaikan,

Selain itu, lanjutnya, pembangunan ekonomi lokal, peningkatan sumber daya manusia, reformasi birokrasi, lingkungan, kesehatan dan pembangunan sektor pariwisata juga masih menjadi perhatian untuk terus digenjot agar Kota Semarang mampu mewujudkan sebagai kota Metrollitan, Layak Huni, Maju dan Berkelanjutan.

ā€œHingga 2026, kita tetap melaksanakan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Program visi misi Hendi-Ita tetap Berjalan. Banyak hal yang sudah dicapai, namun juga masih ada pekerjaan rumah. Mungkin kalau soal infrastruktur, pembangunan sudah banyak sekali kemajuan. Namun di 2024 ini ada perubahan-perubahan yang harus disesuaikan,ā€ ujar Ita panggilan akrab wali kota saat pemaparan Proyeksi Awal Tahun 2024 di Situation Room Balai Kota Semarang, Rabu (3/1).

Pemkot Semarang, tutur Ita, akan melakukan beberapa langkah penanggulangan banjir. Salah satunya yaitu, revitalisasi saluran-saluran air di pusat kota dan di wilayah pinggiran. Pembangunan infrastruktur pengendali banjir memang menjadi salah satu program prioritas sebagai upaya membebaskan Kota Semarang dari persoalan banjir saat musim hujan.

Baca Juga:  Membiasakan ASN Menggunakan Angkutan Umum

Ita juga menyayangkan pencurian inlet atau penutup saluran air yang terjadi di beberapa lokasi di Kota Semarang, di antaranya di Jalan Madukoro Semarang karena dicuri orang tak dikenal.

Ita memang lagi gencar melakukan pantauan bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mencari solusi dan akar permasalahan banjir di beberapa wilayah.

ā€œKami menyayangkan terjadinya pencurian inlet. Karena penutup-penutup inlet itu sangat diperlukan,ā€ tuturnya.

Menurutnya, hilangnya inlet berpengaruh bisa menyumbat saluran, dan bisa berpengaruh jika kalau ada sampah masuk dan menghambat pompa, bahkan bisa merusak pompa-pompa.

Ita meminta masyarakat agar memiliki kesadaran dan rasa memiliki dan mencintai Kota Semarang dengan menjaga sarana prasarana. Dia juga mengajak masyarakat untuk ikut andil mengawasi.

Permasalahan banjir di Jalan Pemuda pun mulai terurai penyebabnya, yakni kecilnya lubang Inlet atau penutup saluran air yang ada di sepanjang Jalan Pemuda terutama di area depan Queen City Mal.

Ternyata permasalahan ada pada penutup saluran atau Inlet yang memiliki lubang terlalu kecil.

Ita menuturkan, tak hanya Jalan Pemuda yang mudah tergenang saat hujan deras, namun di Jalan Gendingan juga terdampak.

Baca Juga:  Prediksi Laga PSIS Semarang vs Dewa United di Stadion Jatidiri

ā€œKarena adanya limpasan air makanya mengalir ke Jalan Gendingan. Itu kan muaranya ke Kali Semarang, sehingga debit air tinggi ini menumpuknya di Rumah Pompa Kolonel Sugiyono,ā€ ujarnya.

Ita juga mengharapkan jika Tanggul Laut Tol Semarang-Demak rampung bersamaan dengan powder yang dibangun seluas 250 hektare selesai, dipastikan permasalaan banjir di beberapa wilayah di Kota Semarang bisa tertanggulangi.

Sementara itu, sejumlah evaluasi juga telah dilakukan di antaranya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di jajaran Pemkot Semarang.

Ita mengatakan, SDM di lingkungan Pemkot Semarang harus dikelola dengan baik. Terutama tenaga teknis aparatur sipil negara (ASN) yang terus berkurang.

“Kalau saya pada 2024 ini justru pembenahan SDM pemerintah kota. Eselon III dan eselon II banyak yang sudah pensiun dan makin lama makin kurang, sehingga harus ada perencanaan manajemen SDM,” tutur Ita.

Pengelolaan SDM, Ita menambahkan, perlu direncanakan secara serius. Bahkan tenaga-tenaga teknis harus memiliki kualifikasi sesuai bidangnya.

Dia menuturkan, rekrutmen tenaga teknis dalam mendukung pembangunan Kota Semarang harus benar-benar diperhatikan. Termasuk juga dalam peningkatan kompetensi yang harus diberikan secara bertahap.

“Sekarang banyak yang kosong. Teman-teman lagi kami uji kompetensikan juga, agar bisa dapat eselon II atau teman-teman dari SDM ini bisa sesuai dengan kompetensinya,” ujarnya.

Baca Juga:  Polres Semarang Tangkap Residivis Mengaku Polisi yang Rampas Barang Pengendara Motor Wanita

Di sektor lain, seperti sektor pariwisata dinilai kurang maksimal. Bahkan Ita akan memperbaikinya pada tahun ini.

ā€œDestinasi wisata kurang greget makanya kami harus evaluasi. Saya menyampaikan kepada teman-teman, cari hari-hari yang betul, hari yang panjang. Dan jauh-jauh hari promosi atau publikasinya. Selama ini kan kurang,ā€ tutur Ita.

Menurutnya, tiap destinasi wisata harus memiliki inovasi dalam menarik perhatian pengunjung. Salah satunya dengan menggelar acara yang berkesan bagi wisatawan. Cara menarik perhatian tersebut harus dilakukan dengan matang melalui proses perencanaan wisata.

ā€œDengan demikian, yang melihat tidak hanya orang Semarang tetapi wisatawan dari luar juga. Jadi harus ada planning (perencanaan-red), program jauh-jauh hari. Saya bilang ke Bappeda juga mumpung awal tahun kita evaluasi semua yang pada 2023,ā€ ujarnya.

Selian itu, tutur Ita, hal yang akan diperbaiki dalam dunia pariwisata Kota Semarang adalah sarana dan prasarana (sarpras). Baginya, peremajaan sarpras tidak harus bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, melainkan bisa menggandeng perusahaan.

ā€œJadi jangan menjadikan anggaran menjadi satu problem, tetapi menjadi satu tantangan untuk bisa bekerja sama dengan pihak ketiga, instansi lainnya sehingga pariwisata juga bisa meningkat,ā€ tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!