UIN Walisongo Semarang Realisasikan Kerjasama Dengan IIAU
JAKARTA[Berlianmedia] – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang merealisasikan kerja sama dengan International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU) untuk perkuat kajian religious torism.
Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) kerja samaUIN Walisongo dan IIAU dilakukan di Gedung Kedutaan Besar Uzbekistan di Indonesia, Jakarta, Selasa (29/9).
Hadir Penasihat Presiden Uzbekistan sekaligus Rektor IIAU, H E Mr Muzaffar Kamilov, Charge D’affair Kedubas Uzbekistan di Indonesia, Muzaffar Abuazimov, dan Pimpinan International Office IIAU, Bakhodir Khujaev.
Sedangkan Rektor UIN Walisomngo Semarang Prof Dr Imam Taufiq MAg didampingi Ketua International Office Nadiatus Salama dan Prof Dr Ilyas Supena MAg.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr M Arja Imroni MAg. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof Dr Hasyim Muhammad, serta Dekan Fakultas Ushuludin dan Humaniora UIN Walisongo.
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr Imam Taufiq menyatakan UIN Walisongo dan Uzbekistan memiliki kesamaan. Jika Uzbekistan merupakan tanah para Imam, maka UIN Walisongo merupakan kampus para Wali.
“UIN Walisongo mengkaji tentang Wali Songo yang melakukan dakwah dan syiarnya di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Imam, kerja sama ini sudah dilakukan pada zaman Wali Songo dengan keberadaannya Maulana Malik Ibrahim As Samarakandi yang memiliki pengaruh di Indonesia.
Kajian tentang Wali Songo juga sudah dimiliki UIN melalui Walisongo Center. Kajian tentang studi islam dan ziarah juga ada salah satunya adalah adanya jurusan Manajemen Haji dan Umroh serta Manajemen Dakwah yang mengkaji tentang Manajemen Pariwisata Islam.
“Ke depannya kerja sama tidak hanya tentang religious tourism tapi juga pengembangan halal tourism. Halal tourism fokus pada layanan tambahan pelaku usaha dan ekonomi kreatif agar sesuai dengan kategori halal,” tuturnya.
Kerja sama ini merupakan lanjutan dari kunjungan inisiasi kolaborasi dari Kedutaan Uzbekistan yang berkunjung ke UIN Walisongo pada awal Agustus lalu.
Semantara, Rektor UIIA Muzaffar Kamilov menuturkan, Indonesia memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Uzbekistan terutama diawali dari inisiasi dan jasa besar ditemukannya makam Imam Bukhori atas peran Presiden Sukarno.
“Hubungan ini tidak boleh putus, salah satunya kerja sama yang bisa dilakukan adalah dengan pilgrimage tourism karena di Uzbekistan memiliki destinasi makam Imam Bukhari, Imam Maturidi, penelitian, training imam dan berbagai studi lain,” ujarnya.
International Islamic Academy of Uzbekistan memiliki beberapa fakultas di antaranya Fakultas Studi Islam, and Source Studies and World Rel. Fakultas Classical Oriental Philology dan Fakultas Islamic Economy and International Relation.


