Tragedi Silayur Semarang Truk Tronton Rem Blong Dua Orang Meninggal Dunia

SEMARANG [Berlianmedia]- Tragedi di turunan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang truk tronton mengalami rem blong, mengakibatkan dua orang dinyatakan meninggal dunia dan empat orang, termasuk sopir, mengalami luka-luka berat dan ringan, Kamis (21/11) sore.

Hal itu dikatakan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi, kepada Wartawan di lokasi kejadian, di sela-sela proses penyelamatan Sopir truk tronton dengan nomor polisi B 9674 KXS, penyebab tragedi Silayur.

Proses evakuasi penyelamatan Sopir yang berlangsung dramatis, karena terjepit di dalam kabin kemudi tersebut, dilakukan sekira pukul 18.00 WIB oleh tim SAR gabungan dan berhasil diselamatkan.

“Sopir selamat, hanya mengalami luka ringan. Saat ini sudah dilarikan ke RS Tugu,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi.

Baca Juga:  Petani Karanggedong Terancam Tergusur atas Nama Sekolah Rakyat: Ketahanan Pangan Dikorbankan, Hak Garap Dipinggirkan

Truk yang membawa muatan aki itu mengalami rem blong saat meluncur di turunan tajam. Sopir kehilangan kendali, hingga kendaraan menghantam beberapa ruko, motor, dan mobil yang berada di jalur tersebut.

Truk tronton muat AKI, dengan nomor polisi B 9674 KXS, penyebab tragedi Silayur, Kamis (21/11). Foto : Dok Tangkapan Layar Video Masyarakat

Mengakibatkan banyak ruko podak poranda seperti tertimpa puting beliung dan banyak kendaraan bermotor mengalami rusak parah, baik Rosa dua maupun roda empat.

“Total ada lima korban, dua meninggal dunia dan tiga mengalami luka ringan hingga berat, termasuk sopir,” ungkap AKBP Yunaldi.

Hingga pukul 19.30 WIB, proses evakuasi truk masih berlangsung. Sebuah truk crane dikerahkan untuk mengangkat tronton yang menghancurkan beberapa ruko di lokasi kejadian.

Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar area tempat kecelakaan, untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak di reruntuhan bangunan.

Baca Juga:  Imlek Tahun ini, Masyarakat Bisa Menyaksikan Berbagai Tradisi Tionghoa

Pantauan di lapangan, arus lalu lintas dua arah di kawasan Silayur mengalami kemacetan parah sejak kecelakaan terjadi. Polisi mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur ini dan menggunakan rute alternatif seperti Jalan Candi atau jalur perhubungan di dekat lokasi.

“Kami minta masyarakat menghindari Jalan Prof. Hamka sementara waktu, karena proses evakuasi masih berjalan,” imbau AKBP Yunaldi.

Caption : Truk tronton muat AKI, dengan nomor polisi B 9674 KXS, penyebab tragedi Silayur, Kamis (21/11). Foto : Dok Tangkapan Layar Video Masyarakat

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!