Taj Yasin Usulkan Pengawasan Sertifikasi Halal

SEMARANG[Berlianmedia] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengusulkan adanya pengawasan terkait sertifikasi halal bagi industri daging, agar proses penyembilah hewan sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, diperlukan kepastian agar proses penyembelihan hewan ternak maupun unggas sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Bukan hanya pada prosesnya saja, namun ada pengawasan.

Pengawasan, lanjutnya, juga perlu dilakukan terhadap sarana pra sarana yang dimiliki oleh setiap tempat pemotongan.

ā€œPengawasan terhadap industri maupun lembaga ekonomi yang kebetulan memiliki label halal ini perlu ada dewan pengawas yang disertakan menjadi salah satu syarat,ā€ ujar Taj Yasin seusai menerima audiensi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di ruang kerja Wagub, Senin (3/9).

Dia menambahkan, apabila usulan tersebut disetujui atau dikaji lebih jauh, Pemprov Jateng siap menindaklanjuti dengan menggelar pelatihan pengawasan dan pelatihan bisa diberikan kepada Juru Sembelih Halal (Juleha) yang sebelumnya sudah dilatih menyembelih.

Baca Juga:  Pemilik Klub Liga 1 dan Liga 2 Apresiasi PSSI Terkait Sistem Kompetisi

ā€œKami siap untuk meningkatkan lagi (pelatihan bagi) yang kemarin kita latih jadi Juleha. Kita tingkatkan bukan hanya menjadi juru sembelih, tapi juga sekaligus pengawas (untuk mengawasi) bagaimana regulasi di RPH, RPU, RPA di Jateng yang kebetulan saat ini memilkki sertifikat halal,ā€ tuturnya.

Bukan hanya itu, dia juga segera melapor ke Gubernur Jateng terkait wacana pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Jateng.

Menurutnya, keberadaan KDEKS ini nantinya bisa berperan aktif mewujudkan perekonomian syariah di Jateng.

Berdasar informasi yang dia terima, beberapa provinsi yang sudah membentuk KDEKS di antaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Nusa Tenggara Barat.

ā€œInsyaallah kami akan sampaikan ke pak gub (Ganjar) untuk pertemuan kali ini. Karena di daerah lain seperti Riau, Sumatera Selatan, NTB, dan sumatera Barat sudah ada (KDEKS). Saya sampaikan ke pak gub biar Jateng segera menyusul,ā€ ujarnya.

Baca Juga:  Ita Tegaskan Belum Ada Realisasi Pemindahan Kantor Pemkot Semarang

Sementara itu Direktur Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah KNEKS Afdhal Aliasar mengapresiasi komitmen Jateng dalam mewujudkan perekonomian syariah. Salah satunya adalah usul soal pengawasan rumah potong hewan maupun unggas di Jateng.

ā€œDengan demikian, penguatan halal di sektor hulu untuk RPH, RPA, RPU, bisa kita laksanakan dengan lebih baik. Dengan penguatan di sektor hulu insyaallah sertifikasi halal ke depannya akan jauh lebih mudah khususnya untuk masyarakat usaha mikro dan kecil. Itu komitmen yang tadi disampaikan wagub,ā€ ujarnya.

Ia berharap Jateng bisa segera membentuk KDEKS sehingga ekonomi syariah dapat berjalan lebih baik lagi.

ā€œSelain itu juga bicara mengenai pariwisata ramah muslim. Ini akan membuat wisatawan muslim akan lebih nyaman berkunjung ke Jateng dan berwisata menikmati keindahan alam, kuliner, serta budaya di sini,ā€ tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!