Taj Yasin Ingatkan Isu Strategis Pemilu yang Harus Diwaspadai

SEMARANG[Berlianmedia] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta seluruh pihak mewaspadai sejumlah isu strategis, yang biasanya muncul saat pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Rakor Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) ā€œMenjaga Kondusivitas Wilayah Jateng dalam Rangka Sukses Pemilu Serentak Tahun 2024ā€, di Wisma Perdamaian, Senin (4/9).

ā€œIsu-isu strategis yang menjadi potensi permasalahan yaitu, ada keberpihakan ASN atau aparat lain dalam mendukung dan memfasilitasi peserta pemilu atau pilpres. Ada juga politik transaksional caleg, pasangan calon, tim kampanye, dan tim sukses, penggunaan medsos untukĀ black campaign, dan penyebaran isu hoaks, politik identitas, dan ujaran kebencian, pelaksanaan tahapan pemilu serta penyusunan daftar pemilih,ā€ ujarnya.

Dia menambahkan, isu-isu yang berpotensi menimbulkan kerawanan di masyarakat tersebut, harus dicegah. Butuh kerja sama dari berbagai pihak, untuk melakukan pencegahan, baik dari penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, maupun partai politik. Dari pihak penyelenggara misalnya, pencegahan dilakukan dengan meningkatkan pelayanan, mulai dari proses pencalonan, akurasi data, dan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat.

Baca Juga:  Ratusan Relawan SMP Kanisius Kudus Bersihkan Pantai Pesisir Jepara

ā€œ(Dari) parpol hendaknya meningkatkan akses dan keterlibatan masyarakat dalam proses pencalonan, dan melakukan pendidikan politik yang intensif sepanjang tahapan pilkada,ā€ tutur TajĀ  Yasin.

Untuk pemerintah daerah, lanjutnya, punya kewajiban memastikan kelancaran pelaksanaan pilkada. Selain itu, pemerintah daerah harus mengintensifkan forum-forum komunikasi, baik FKPD maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), untuk konsolidasi dan pencegahan potensi kerawanan.

ā€œSaya minta juga Polri/ TNI, BIN, Binda dan unsur intelijen, harus lebih menguatkan koordinasi untuk mencegah potensi konflik horizontal dan vertikal, berdasarkan pemetaan indeks kerawanan pemilu 2024,ā€ ujarnya.

Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah peran organisasi kemasyarakatan dan jaringan relawan. Kelompok organisasi kemasyarakatan dan jaringan relawan perlu memperluas jaringan pemantauan pemilu dan pilkada, untuk meningkatkan kesadaran politik yang demokratis.

Baca Juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Regenerasi Petani Muda Jawa Tengah Melalui Program Zilenial

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng Muhammad Amin menuturkan, Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Jateng, rata-rata masuk dalam kategori rawan sedang. Konstruksi IKP ini terdiri dari empat dimensi, yakni konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi, dan partisipasi.

Amin menambahkan, untuk konteks sosial politik, indeksnya sebesar 27,14%, penyelenggaraan pemilu 54,48%, kontestasi 31,24%, dan partisipasi sebesar 0,14%. Angka indeks itu, menurutnya, bisa berubah melalui upaya-upaya pencegahan, koordinasi dan partisipasi dari pemerintah daerah.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!