Sido Muncul Upayakan Lokomotif Wisata di Semarang, Selain Kota Lama

UNGARAN[Berlianmedia] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBk terus berupaya menciptakan lokomotif wisata di Kota Semarang selain kawasan Kota Lama dan wisata religi.

Bahkan Sido Muncul berambisi menciptakan kawasan Pecinan Kota Semarang menjadi lokomotif wisata kedua setelah Kota Lama, untuk mendukung Semarang sebagai pintu masuk wisata Indonesia ke depan.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan membangun lokomotif wisata kedua ini tidak membutuhkan modal yang besar hanya dibutuhkan partisipasi dan peran warga Pecinan dan sekitarnya.

“Membangun Pecinan menjadi lokomotif wisata kedua ini lebih mudah dibanding saat membangun Kota Lama atau Kota Tua, karena Kota Lama butuh revitalisasi, sementara Pecinan ada penghuninya, jadi lebih mudah dan lebih murah,” ujar Irwan saat tampil dalam acara tajuk “Kongkow Bareng Irwan Hidayat dengan Warga Pecinan” yang digelar di Agro Wisata Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (24/10).

Kegiatan itu diikuti 170-an warga Pecinan Semarang dan pegiat wisata yang peduli terhadap pengembangan wisata di Kota Semarang.

Pecinan Semarang merupakan kawasan perdagangan peninggalan jaman kolonial yang dibangun para tokoh pengusaha Tionghoa sebelum kemerdekaan RI. Pecinan meliputi Gang Pinggir, Gang Baru, Gang Lombok, Kapuran, Gang Besen, Kranggan, Jagalan dan sekitarnya.

Baca Juga:  Kagumi Kemajuan Desa di Jateng, Bupati dan Seluruh Kades dari Gowa Belajar ke Jateng

Menurut Irwan, membangun lokomotif wisata kedua ini tidak membutuhkan modal yang besar hanya dibutuhkan partisipasi warga sekitar, mengingat bangunan di Pecinan masih kokoh dan sudah dilengkapi sejumlah Kelenteng tua.

Dalam Kongkow Bareng Irwan dan Warga Pecinan ini, Irwan hanya mengajak warga Pecinan untuk membersihkan kawasan, memberikan simbol-simbol China dan melengkapi dengan warna khas seperti lampion warna, pernak-pernik khas Pecinan.

“Warga hanya butuh membersihkan supaya tidak kumuh, karena dengan tempat yang bersih dapat menarik wisatawan. Selain itu warga hanya butuh memberikan simbol-simbol China misal setiap rumah, warga memasang Lampu Lampion, Identitas Toko menggunakan huruf Kanji dan cat rumah berwarna merah, sesimpel itu,” tutur Irwan.

Kalau partisipasi warga ini diterapkan oleh warga Pecinan, maka Irwan yakin Pecinan akan menjadi lokomotif wisata kedua setelah Kota Lama di Kota Semarang.

Warga Pecinan Semarang Kunjungi Pabrik Sido Muncul

Gerbang Pintu Masuk Wisata

Dengan terciptanya destinasi-destinasi wisata yang bersimbol, Irwan sangat optimis kalau Kota Semarang akan menjadi Gerbang Pintu Masuk Wisata Indonesia, mengingat Semarang sangat strategis dan memiliki aneka kebudayaan dan lokasi wisata yang komplit.

Kebudayaan Kota Semarang beraneka ragam, selain sebagai kota jasa dan perdagangan, industri, juga sebagai kota wisata, baik wisata religi juga wisata alam, sehingga sangat berpotensi untuk menjadi kota tujuan wisata di Indonesia dan mancanegara.

Baca Juga:  Timnas U-22 Tetap Ingin Meraih Hasil Terbaik Melawan Kamboja

“Saya yakin ke depan Kota Semarang akan menjadi Gerbang Pintu Masuk Wisata Indonesia. Untuk menciptakan itu dibutuhkan partisipasi masyarakat, tidak bisa hanya mengandalkan dari pemerintah,” ujar Irwan.

Selain partisipasi masyarakat, untuk menjadikan Kota Semarang Menjadi Gerbang Pintu Masuk Wisata Indonesia dibutuhkan infrastruktur bandara yang mendukung.

“Wisatawan dari Luar Negeri bisa langsung ke Semarang, tapi Bandara Semarang kan belum bisa. Baru-baru ini saja bisa langsung dari Semarang ke Bali dan sebaliknya,” tutur Irwan.

Keyakinan Irwan ini, didasari dari Kota Semarang yang memiliki potensi yang luar biasa, selain kota wisata, Kota Semarang itu adalah kota industri, kota budaya, kota religi, kota pendidikan.

“Jadi dengan keunggulan-keunggulan ini, sangat mudah untuk menjadikan Kota Semarang menjadi Gerbang Pintu Masuk Wisata Indonesia,” ujar Irwan.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang (DP2K) Ir Budi Santoso mendukung penuh gagasan yang dilontarkan Irwan Hidayat.

“Hampir di semua Negara ada wilayah yang menjadi ikon yakni China Town, itu semua jadi tujuan wisata. Maka saya sangat mendukung gagasan Pak Irwan untuk menjadikan kawasan Pecinan jadi China Town sebagai wilayah tujuan wisata di Kota Semarang,” tutur Budi yang juga sebagai penggagas Pasar Semawis Semarang.

Baca Juga:  Empat Pj Kepala Daerah di Jateng Diperpanjang

Menurut Budi, kunci utama untuk menjadikan China Town yakni kebersihannya. Setelah itu simbol-simbol juga harus dimunculkan.

Senada, Ketua LPMK Kelurahan Kranggan Markus Djuli Purwanto juga menyambut baik gagasan Irwan Hidayat. Tidak hanya dia, warga Pecinan juga menyambut baik dan siap menjadikan Pecinan jadi tujuan wisata.

“Kami sangat mendukung dan menyambut baik gagasan Pak Irwan. Kami akan melakukan edukasi kepada warga. Sejauh ini warga sangat antusias apa yang menjadi gagasan Pak Irwan,” ujar Markus.

Markus menuturkan, warga Pecinan juga sudah mulai melakukan gagasan itu khususnya di sektor kebersihan.

“Warga sudah melakukan upaya bersih-bersih, warga sudah memilih dan memilah sampah,” tuturnya.

Markus juga bersyukur karena tidak hanya pengusaha seperti Sido Muncul yang peduli dengan kawasan Pecinan, tapi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga sudah mulai melakukan upaya-upaya.

“Sebelum hadir di acara Kongkow Bareng Sido Muncul, warga juga sudah diajak ngobrol bareng Pak Camat, bahkan Wali Kota Semarang sudah melakukan anjangsana ke warga,” ujar Markus.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!