Program PTSL, Warga Diminta Bijak Manfaatkan Setifikat Tanah

SEMARANG[Berlianmedia] – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mendampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Hadi Tjahjanto menyerahkan 10 sertifikat tanah kepada warga Kelurahan Jatingaleh, Kamis (2/11).

Pemberian sertifikat tersebut merupakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara door to door. Sejumlah sertifikat yang dibagikan yakni dua tanah untuk wakaf dan delapan rumah tinggal.

Menteri ATR/Kepala BPN dalam kesempatan ini juga mengajak dialog ringan terkait kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat.

Penyerahan sertifikat tanah secara door to door juga bertujuan mendengarkan cerita proses pendaftaran tanah yang dialami masyarakat.

Dengan demikian, dia dapat memastikan pendaftaran tanah berjalan dengan baik tanpa adanya pungutan liar.

Menteri ATR Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Semarang atas pelayanan memberikan fasilitas kemudahan dan kemurahan dalam mengurus sertifikat melalui program PTSL.

Baca Juga:  Minimalisir Tindak Kejahatan Babinsa Ajak Warga Giatkan Kembali Siskamling

“Saya berterima kasih kepada Wali Kota Semarang, karena pro-aktif untuk membatu program sertifikasi PTSL. Dan juga saya berterima kasih karena BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) diringankan. Bisa kita lihat tadi, pada waktu pembagian masyarakat senang sekali menerima dengan suka cita, apalagi pajaknya diringankan oleh wali kota,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Hadi berharap Kota Semarang terus konsisten memberikan pelayanan program PTSL secara maksimal kepada masyarkat, sehingga bisa menjadi percontohan kota/kabupaten.

“Saya mengharapkan seluruh kota/kabupaten bisa membebaskan atau meringankan BPHTB,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap kepada masyarakat, untuk bijak dalam memanfaatkan sertifikat tanah dari program PTSL.

Dia meminta masyarakat tidak menggunakan sertifikat sebagai jaminan utang.

Baca Juga:  Siap Layani Pemudik, Astra Siapkan 600 Teknisi

“Bijak dalam menggunakan sertifikat, kita mendorong untuk jangan tergiur orang yang menjanjikan dan sebagainya. Kalau yang butuh, ini bisa tingkatannya. Umpannya ini dampak El-Nino, butuh dengan sembako atau mungkin kebutuhan yang lain terkait pendidikan dan lainnya, segera koordinasikan dengan Pemkot Semarang. Jangan sampai terjerat yang namanya pinjol atau rentenir,” ujar Ita panggilan akrab wali kota.

Menurutnya, hal itu perlu sosialisasi kembali agar masyarakat tidak sampai terjadi sesuatu hal di kemudian hari yang memberatkan.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!