Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Investasi Masa Depan Generasi Bangsa
SEMARANG [Berlianmedia]- Program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, bukan hanya hadir sebagai kebijakan, tetapi sebagai investasi besar bagi masa depan generasi bangsa.
Hal itu ditegaskan Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM (Balatkop) Provinsi Jawa Tengah, Kamis malam (20/11).
Dijelaskan pula, bahwa pemerintah telah menata ulang fondasi pertanian secara menyeluruh. āSaat ini pupuk tersedia dengan lebih baik, harga pun diberikan diskon hingga 20%. Pemerintah juga membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 tanpa syarat. Ini bukan hanya angka, ini adalah jaminan perlindungan ekonomi bagi petani kita,ā tegasnya.
Sri Hartini menyampaikan juga, bahwa perbaikan irigasi, modernisasi sarana produksi serta pendampingan teknis terus ditingkatkan. Dengan dukungan ini, Jawa Tengah tidak hanya memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi telah mampu menyuplai wilayah-wilayah sekitar.
āTarget Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional telah tercapai. Kita bergerak menuju cita-cita besar, Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,ā ujarnya.

Di tengah tantangan global, seperti kenaikan harga pangan dan krisis rantai pasok di berbagai negara, Sri Hartini menilai, Indonesia justru mengambil langkah visioner melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski muncul pro dan kontra, ia menekankan bahwa pemerintah telah melakukan kajian secara matang.
āSetiap kebijakan besar pasti menimbulkan perdebatan. Namun tujuan utamanya sangat jelas, meningkatkan kualitas SDM kita. Satu Satuan Dapur Terpadu menyerap sedikitnya 50 tenaga kerja, mulai dari ahli gizi hingga relawan. Ini bentuk nyata penciptaan lapangan kerja,ā ungkapnya.
Sri Hartini juga menyoroti dampak sosial program tersebut. Berdasarkan kunjungan lapangan, ia menemukan peningkatan motivasi dan kedisiplinan siswa.
āBanyak orang tua bercerita kepada kami, anak-anak kini lebih rajin berangkat sekolah, karena menantikan makanan bergizi. Ini bukan hanya soal memberi makan, tetapi memancing semangat belajar dan memperbaiki masa depan mereka,ā jelasnya.
Program ini turut menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan lokal terserap lebih besar untuk kebutuhan dapur program MBG. āArtinya, uang negara kembali berputar di desa-desa kita. Petani, peternak, dan nelayan semua merasakan manfaatnya,ā tambahnya.
Sri Hartini menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat, untuk melihat program ketahanan pangan sebagai gerakan bersama.
āIni bukan semata program pemerintah. Ini adalah kerja bangsa untuk memastikan bahwa setiap keluarga Indonesia bisa makan dengan layak, petani hidup lebih sejahtera dan anak-anak tumbuh lebih cerdas. Mari kita dukung dan kawal bersama,ā pesannya.


