Polda Jateng Sita Sabu Diduga Ada Kaitan Jaringan Freddy Pratama
SEMARANG[Berlianmedia] – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng menemukan kemiripan terkait bungkus narkoba, paket sabu seberat 4 kilogram hasil ungkap di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dari penangkapan terhadap IN warga Nusa Tenggara Barat (NTB).
N ditangkap saat menumpang Kapal Dharma Kartika 7 di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Namun hampir sama dengan kasus jaringan narkoba yang lain yang berhasil diungkap dengan mengunakan se atau jaringan terputus.
Rencananya sabu tersebut akan diedarkan di Bali dan diduga terkait dengan jaringan narkoba Fredy Pratama, gembong narkoba internasional yang diungkap Bareskrim Polri
“Bungkusnya ternyata mempunyai kesamaan dengan jaringan Feddy Pratama,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Jateng Kombes Pol M Anwar Nasir di Markas Ditresnarkoba Polda Jateng kawasan Tanah Putih, Kota Semarang, Kamis (21/9).
Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Lampung, terkait barang bukti sabu seberat 4 kilogram yang berhasil diamankan ada kemiripan bungkus satu paket sabu berisi 1 kilogram.
Saat ini Diresnarkoba Polda Jateng telah berkoordinasi dengan Puslabfor Mabes Polri, untuk memastikan bahan kandungan yang terdapat sabu yang berhasil diungkap, apakah sama dengan jaringan Fredy Pratama.
“Kami berupaya untuk menghubungkan dengan pengungkapan kita selama ini. Jadi khusus yang empat kilogram , kemungkinanan ada kemiripan untuk kemasannya, tapi perlu didalami lagi,” tuturnya.
Anwar menambahkan, pihaknya memusnahkan narkoba jenis sabu dan ganja kering.
Barang sitaan berupa sabu seberat lima kilogram merupakan hasil ungkap kasus di dua lokasi berbeda di Kota Semarang dan Kabupaten Demak pada Juni dan Juli.
Sedangkan barang bukti berupa ganja seberat tujuh kilogram, diamankan pada pertengahan Agustus 2023 lalu.
“Pemusnahan barang bukti berupa sabu dan ganja ini, dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan. Selain itu juga, kasus yang telah diungkap telah disidangkan dan memiliki kekuatan hukum tetap,” ujarnya.


