Pemberian Motor Kepada Para Lurah di Kota Semarang, KJT: Penganggaran Yang Buruk

SEMARANG[Berlianmedia] – Pemerintah Kota Semarang membagikan sepeda motor gratis untuk seluruh (177) lurahnya di wilayahnya. Program motor gratis senilai Rp 8 miliar tersebut dibebankan pada APBD Perubahan Kota Semarang Tahun Anggaran 2023.

Dalam siaran pers Pemkot Semarang yang dikutip berlianmedia, motor matic 160 cc itu telah diserahkan langsung Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bertepatan dengan acara peringatan Hari Korpri ke-52, Rabu (29/11) pekan lalu.

Pemberian unit kendaraan kepada para lurah di kota Semarang yang dianggarkan melalui APBD Perubahan tersebut disayangkan Anto Basuki, sekretaris Kanal Jawa Tengah (KJT), sebuah LSM pemerhati anggaran kota/kabupaten di Jateng. Kepada wartawan Anto menyatakan, itu penganggaran yang buruk.

ā€œPemberian motor kepada 177 lurah senilai Rp8 miliar melalui APBDP itu menjadi contoh penganggaran yang buruk,ā€ katanya, Senin (4/12).

Baca Juga:  Cek Penyaluran BLT, Bupati Harap Bisa Bantu Perekonomian Buruh Rokok

Menurutnya, alasan untuk meningkatkan kinerja para lurah juga kurang tepat.

ā€œMaaf ya, Semarang itu kan kota besar, ibukotanya Jawa Tengah, sehingga sangat kecil wilayahnya yang sulit mereka (para lurah) akses. Dan jika benar banyak motor mereka yang bu Wali katakan sudah bobrok, berapa? Kok semuanya dibelikan,ā€ tandas Anto.

Lagipula APBD Perubahan, lanjutnya, seharusnya untuk membeayai program-program yang urgen dan langsung menyentuh kepentingan rakyat Semarang, atau melanjutkan program yang belum selesai dibeayai APBD Murni.

Kedua, tambahnya, program yang memakan anggaran 8 miliar semestinya ada kajian yang menjadi dasar program tersebut perlu dianggarkan.

ā€œSaya khawatir itu tanpa kajian. Saya sudah menghubungi Kabag RT pak Rian, namun saya kecewa karena tidak memperoleh jawaban,ā€ ujarnya.

Baca Juga:  Gunakan Kapas, Trik Mengusir Bau Pada Kulkas

Yang paling perlu dipertanyakan, lanjutnya, kenapa tidak dianggarkan pada APBD Murni, sehingga penyerahannya pun tidak di saat menjelang Pemilu.

ā€œSaran mawon ibu Wali, hati-hati membuat kebijakan, karena masyarakat bisa mempertanyakannya dan dapat menjalar ke mana-mana. Harus sesuai kajian, fakta di lapangan dan waktunya. Apalagi ini jelang Pemilu dan saya dapat kabar Ibu pun hendak mencalonkan kembali,ā€ pinta Anto.

KJT juga tidak habis pikir, kata Anto, Semarang akhir-akhir ini memasuki musim hujan dan di sana-sini beberapa wilayah dilanda banjir. Alangkah bijaknya apabila anggaran 8 miliar tersebut diprioritaskan untuk penangan banjir.

ā€œIni sangat penting dan didamba masyarakat Semarang, khususnya yang daerahnya langganan banjir. Kan warga membutuhkan bukti nyata kepedulian Pemkot dalam masalah banjir, mengingat berapa kali ganti walikota malah banjirnya ikut berulang-ulang dan gak pernah beres,ā€ ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!