KPU Jawa Tengah Gelar Media Gathering Dua Hari di Kota Semarang

SEMARANG [Berlianmedia]- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah menggelar Media Gathering dengan tema, Refleksi Pena Menakar Pemberitaan Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2024, di Hotel Harris, Kota Semarang, Kamis (19/12).

Kegiatan akhir tahun, yang diselenggarakan selama dua hari hingga Jum’at (20/12) tersebut diikuti oleh lebih dari 70 peserta, yang berasal dari Wartawan berbagai media cetak, elektronik dan online, perwakilan Redaksi dan organisasi profesi Wartawan yang ada di Jawa Tengah.

Ketua Divisi (Kadiv) Perencanaan dan Logistik Basmar Perianto Amron, saat membuka refleksi Pena mengharap, antara KPU dengan media sama-sama dapat saling berbagi apa saja yang sudah dilakukan oleh KPU sebagai penyelenggara pemilu dengan media, yang mencermati dan membagikan berita pemilu dan membagikannya kepada masyarakat, sehingga berita tersampaikan secara utuh.

“Antara KPU dan media sama-sama penguat demokrasi, supaya masyarakat tidak kehilangan hak-haknya sebagai warga negara,” paparnya mewakili Ketua KPU Jawa Tengah Handri Tri Ujiono, yang berhalangan hadir karena tugas.

Baca Juga:  PGN Awali Pembangunan Jargas GasKita

Selain itu, lanjut Basmar, forum-forum seperti ini tidak hanya dilakukan ketika akan ada momen pilkada/pemilu, tapi perlu juga dilakukan secara periodik, untuk membangun demokrasi dan pemahaman masyarakat terkait pemilu yang bersih, sehingga kualitas penyelenggaraan pemilu semakin lama semakin baik.

Sampaikan Progres Pilkada

Dalam refleksi Pena tersebut, masing-masing anggota KPU, yang membawahi masing-masing divisi, juga menyampaikan pula terkait progres pelaksanaan Pilkada Jawa Tengah, hingga hari H pemilihan dan penghitungan suara serta progresnya hingga menjelang pelantikan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Kadiv Perencanaan dan Logistik Basmar Perianto Amron membuka Media Gathering mewakili Ketua KPU Jawa Tengah Handri Tri Ujiono, di Hotel Harris Kota Semarang, Kamis (19/12). Foto : Absa

Muhammad Machruz, Kadiv Teknis Penyelenggaraan menyebut, dalam pelaksanaan Pilkada di Jawa Tengah, ada dua kabupaten yang menjalani Pemungutan Suara Ulang (PSU), yaitu di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Pemalang.

“PSU di TPS Karanganyar, karena petugas lalai memberikan surat kepada pemilih, sehingga ada kelebihan surat suara dan kekurangan surat suara. PSU Pemalang, karena ada pemilih yang sengaja menggunakan hak pilihnya di dua TPS yang berbeda, karena memiliki dua identitas yang berbeda tempat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sigap Merespon Permasalahan Sosial, PMI Diapesiasi Penjabat Bupati

Proses pelaksanaan PSU, lanjut Machruz, setelah sebelumnya memperoleh ijin dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah dan dilakukan serentak pada tanggal 30 November 2024 dan tidak menimbulkan konflik apapun.

Anggota Muslim Aisha, Kadiv Hukum dan Pengawasan mengungkapkan adanya selisih yang cukup besar dalam perhitungan suara kedua pasangan calon sebesar lebih dari 3 juta suara atau jika diprosentase dikisaran 18,28 persen selisihnya.

“Masih ada pekerjaan KPU untuk menghadapi sengketa, karena selisihnya terlalu besar antara Paslon 1 dan Paslon 2, sekitar 18.2 persen. Hal ini melampaui jauh batas persyaratan angka yang bisa diajukan sebagai syarat sengketa. Namun, hal ini masih menunggu surat pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi, terkait surat register, yang diumumkan pada tanggal 3 Januari 2025,” ungkapnya.

Mey Nurlela, Kadiv SDM dan Litbang pada kesempatan itu, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh penyelenggara pemilu, terutama badan ad hoc yang telah bekerja keras dalam setiap tahapan pemilu.

Baca Juga:  Jepara Berhasil Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda

Namun dalam rentang waktu menjelang dan sesudah hari H pemungutan suara, tanggal 26 hingga 28 November, ada enam anggota badan ad hoc penyelenggara pemilu meninggal dunia, yaitu dua petugas ketertiban dan empat anggota petugas penyelenggara Pemilu di tinggkat kecamatan, kelurahan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Tiga diantaranya sudah selesai disantuni, sedangkan tiga sisanya masih dalam proses administrasi,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris KPU Jawa Tengah Arief Suja’i menyebutkan, ada 2 hal yang diperhatikan selama progres pelaksanaan Pilkada Jawa Tengah, yaitu evaluasi terhadap apa yang sudah diberitakan selama pemberitaan tahapan penyelenggaran pilkada dan rekomendasi terhadap evaluasi untuk perbaikan kedepan.

“Semua hal yang sudah dilaksanakan dari awal sampai akhir tahapan pilkada, untungnya sudah berjalan dengan baik. Bukan hanya kerja keras dari KPU Jawa Tengah tapi juga bantuan dari media,” ujarnya.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!