Kolaborasi Pelayanan KB Terpadu, Untuk Turunkan Kasus Stunting

JEPARA[Berlianmedia] – Kolaborasi pelayanan KB terpadu dengan beberapa mitra kerja sangat diperlukan, guna meningkatkan keikutsertaan akseptor KB dan percepatan penurunan stunting, serta kesehatan reproduksi kaum perempuan.

Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Mokhamad Husnur Rofiq mengatakan pelayanan KB Serentak diawali kegiatan sosialisasi kunjungan rumah, KIE Keliling maupun melalui media sosial. Sosialisasi tersebut melibatkan Babinsa, Kader KB, Penyuluh KB, dan mitra kerja lainnya.

Selain kolaborasi pelayanan KB, lanjut Rofiq, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara bergerak membentuk Satgas penanganan penurunan angka stunting di Kabupaten Jepara, yakni Satgas Sing Gemati, yang bergerak dan langsung melekat ke sasaran indikasi anak stunting di wilayah Jepara.

ā€œIni merupakan kolaborasi pemerintah dan TNI, pelayanan KB Nusantara dengan percepatan penurunan stunting,ā€ ujar Rofiq, pada peringatan hari kontrasepsi sedunia dan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2023, di Pendapa RA Kartini, Selasa (26/9).

Baca Juga:  Dukung Pemulihan Lingkungan Kawasan Hutan, Menteri Nusron Akan Evaluasi Penerbitan Sertipikat di TN Tesso Nilo

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta mendorong kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi yang ada.

Menurutnya, perencanaan keluarga menjadi poin penting yang harus dipersiapkan setelah menikah. Dengan perencanaan keluarga yang matang, pasangan dapat merencanakan kehamilan, termasuk memilih kontrasepsi. Ini penting, karena akan berdampak pada kesehatan mental dan kebahagiaan bagi keluarga, terutama perempuan sebagai ibu dalam keluarga.

ā€œSaat ini, masih banyak anak-anak disinyalir kawin bocah atau menikah di bawah umum. Ini harus menjadi perhatian bersama,ā€ tuturnya.

Untuk itu, Edy meminta kepada DP3AP2KB dan Dinkes, untuk berkolaborasi memberikan sosialisasi kepada siswa setingkat SMA, untuk menjaga pentingnya reproduksi wanita. Jika dipaksa menikah, tentu saja akan membahayakan kesehatan wanita.

Baca Juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Sidak Kantor DPU Solo Gara-gara Infrastruktur Jalan Baru 6 Persen Dikerjakan

Aster Kasdam IV/Diponegoro Kol Arm Tejo Widhuro menambahkan, saat ini masih banyak anak yang menderita stunting. Ini akan menjadi tugas bersama sebagai komponen bangsa. Untuk itu, pihaknya siap berupaya membantu kesulitan masyarakat dalam penanganan gizi buruk.

ā€œSeluruh jajaran hingga tingkat Babinsa kami instruksikan untuk turun ke lapangan. Kapanpun, di manapun, kami siap membantu penurunan stunting,ā€ ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!