Kejati Jateng Gelar Kejuaraan Gulat Kajati Cup 2022
WONOSOBO[Berlianmedia] – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng Andi Herman SH MH meminta para pegulat untuk menunjukkan pembuktian diri atas kemampuan dan prestasi yang dimiliknya dalam setiap kejuaraan.
Kendati demikian, lanjutnya, untuk meraih suatu prestasi atlet gulat harus senantiasa menjunjung nilai-nilai sportivitas olahraga dengan bertindak fairplay sesuai peraturan yang telah ditetapkan.
āBertandinglah dengan sungguh-sungguh, sadari kelemahan diri, dan junjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fairplay,ā ujar Andi Herman saat membuka Kejuaraan Gulat Kajati Cup 2022, di GOR Drs H Poedjiharjo Amongsil, Wonosobo, Selasa (27/9).
Hadir pada acara tersebut di antaranya Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat, beserta para a nggota Forkopimda Kab Wonosobo, Ketua KONI Provinsi Jateng Bona Ventura Sulistiana SH MH, Ketua dan Pengurus PGSI Prov Jawa Tengah, Kepala Dispopar Kabupaten Wonosobo, para pelatih dan manajer masing-masing kontingen peserta dan para atlet gulat Piala Kajati Cup.
Andi Herman yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina PGSI Jateng berpesan dalam meraih kemenangan, pegulat dituntut untuk melakukan dengan cara-cara yang baik, pantang menyerah dan selalu rajin menjalani latihan.
āJadi atlet yang pantang menyerah, namun berjiwa besar, sehingga pada saatnya nanti mampu berkiprah di bidang olah raga yang bisa mengharumkan nama Provinsi Jawa Tengah, baik di ajang olah raga nasional maupun di tingkat internasional,ā tuturnya.
Dia menambahkan Kejuaraan Gulat Senior Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini merupakan ajang seleksi bagi para atlet gulat, untuk mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi, yakni Porprov Jateng yang rencananya akan dilaksanakan tahun depan.
Keberhasilan meraih prestasi pada kejuaraan ini, lanjunya, menjadi catatan atau persyaratan untuk mengikuti Porprov 2023, di mana ajang ini akan menjadi sarana seleksi untuk mengikuti PON ke-21 tahun 2024 di Aceh -Sumut.
Kajati Jateng berharap kejuaraan gulat ini menjadi momentum kebangkitan olahraga gulat di Jawa Tengah, setelah dua tahun melewati keterbatasan beraktivitas secara fisik karena pandemi Covid-19.
Melalui kejuaraan ini, tutur Andi, akan dapat memicu kejuaraan-kejuaraan gulat lain, sehingga intensitas pembinaan atlet gulat dapat berjalan secara berkesinambungan sekaligus mengenalkan dan memasyarakatkan olahraga gulat kepada masyarakat luas.
Kajati menghimbau para pegulat agar memanfaatkan momentum ini untuk mengukur hasil latihan selama ini, dan meningkatkan prestasinya.
āTidak ada prestasi lahir secara instan, prestasi itu adalah buah dari latihan keras dan disiplin tinggi,ā ujar Andi.
Dia menilai olah raga memiliki sifat yang mempersatukan, karena dalam olah raga para atlet harus menanggalkan status, profesi dan kembali ke jalan fitrahnya, sebagai manusia yang mengandalkan kemampuan, stamina dan keterampilan.
Terlebih dalam olah raga dituntut untuk mengedepankan sportivitas, konsentrasi dan kesabaran. Karena itu, berprestasinya seorang atliet ditentukan oleh diri pribadi atlet yang bersangkutan. Sedangkan keberadaan pelatih, manajer, maupun sarana penunjang lainnya merupakan faktor yang mendukung keberhasilan seorang atlet dalam mencapai sebuah prestasi.


