Kebidanan Unissula Kolaborasi Turunkan Stunting di Kendal

KENDAL[Berlianmedia] – Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran Unissula menggelar pengabdian masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Ketua tim pengabdian Emi Sutrisminah mengatakan, tujuan pengabdian untuk ikut serta menurunkan angka stunting, karena di wilayah Kendal kasus stunting tahun ini mengalami peningkatan 4,7% dibanding tahun lalu, yaitu sebesar 13,3% dari 8,6%.

Khusus di Kecamatan Limbangan per Agustus 2022 angka stunting sebesar 194 anak dari total jumlah balita  2633 yang tersebar di 16 desa (sumber laporan gizi Puskesmas Limbangan), sementara untuk jumlah kasus stunting di desa Gondang sendiri terdapat sebanyak 15 anak stunting dari sejumlah 139 balita ( 10,79%).

‘’Pengabdian bertemakan pencegahan dan pengentasan stunting menurunkan dua departemen, yaitu departemen asuhan kehamilan serta departemen asuhan kebidanan komunitas,’’ ujarnya, Rabu (19/10).

Baca Juga:  Polisi Ungkap Penyebab Kematian Perempuan Berseragam Pramuka di Pemalang

Sementara itu Camat Limbangan Alfebian Yulando menuturkan, guna menurunkan angka stunting di Kecamatan Limbangan dibutuhkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral.

“Dibutuhkan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kerjasama dengan perguruan tinggi. Masyarakat akademisi dalam hal ini dosen dan mahasiswa diharapkan mampu mentransferkan ilmunya kepada masyarakat,” tuturnya.

Pemateri lainnya Arum Meiranny SSiT MKeb memberian pelatihan demonstrasi pembuatan suton aren. Menurut Arum, pencegahan stunting dimulai sejak prakonsepsi, selama masa kehamilan sampai dengan dua tahun pertama kehidupan anak (1000 HPK) sebagai golden period masa pertumbuhan anak.

“Salah satu upaya pencegahan stunting yang diajarkan kepada kader adalah pelatihan pembuatan suton aren. Suton aren ini merupakan hasil penelitian yang telah diujikan di laboratorium kesehatan pangan dengan hasil bahwa suton aren ini mengandung zat besi dan vitamin C, yang mana keduanya sangat dibutuhkan selama kehamilan,” ujarnya.

Baca Juga:  Smartfren Dapat Tambahan Frekuensi 2,3 GHz

Suton yang berbahan dasar biji nangka dan gula aren ini dapat difungsikan untuk meningkatkan kadar haemoglobin ibu hamil, sehingga ibu hamil dapat terhindar dari anemia dan kondisi janin dalam kandungan terjaga kesehatannya.

Sementara itu, di kelompok ibu balita kegiatan dipandu lansung oleh Emi Sutrisminah yang membahas skrining dan pemeriksaan kesehatan terhadap 15 anak yang dikategorikan stunting.

Selanjutnya ibu dan bapak balita diberikan pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan anak dengan stunting oleh Endang Surani SSiT MKes. Menurut Endang Surani pencegahan dan penanggulangan stunting di antaranya mempersiapkan pernikahan yang baik,  pendidikan gizi formal dan non formal dan suplementasi ibu hamil dan menyusui.

Pola asuh yang baik antara lain dengan pemberian mikronutrien/gizi untuk balita, mendorong aktivitas anak di luar ruangan, memastikan anak tidur yang cukup, dan menjaga kebersihan diri. Kelima, pengobatan infeksi/penyakit. Keenam, melakukan pemeriksaan ke posyandu. Ketujuh, penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.

Baca Juga:  Peringati HPN 2023, PLN dan PWI Jateng Berikan Tali Asih pada Janda Wartawan

Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian makanan tambahan pemulihan bagi balita stunting yang akan berlanjut sampai tiga bulan ke depan sebagai upaya perbaikan gizi. Kegiatan pengabdian juga akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi selama enam bulan.

“Tujuannya mengevaluasi keberhasilan program dan penyusunan rencana tindak lanjut program,” ujar Endang.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!