Kader PKK Kelurahan Tegalsari Dukung Jaguar karena Sekolah Swasta Gratis dan Dana RT
SEMARANG [Berlianmedia]- Sebagian ibu-ibu kader PKK Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, sepakat memberikan dukungan kepada Jaguar (Jagoanku Agustin-Iswar), karena progam pendidikan gratis di sekolah swasta dan dana RT sebanyak 25 juta rupiah per tahu, yang ditawarkan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 01.
Hal itu disampaikan Endang, Ketua PKK RW 6 Tegalsari, yang mengatakan bahwa pendidikan gratis tersebut akan memudahkan para orang tua mencari sekolah untuk anak-anak dan dana RT akan mengurangi beban iuran warga.
“Bayangkan bu, kita itu tiap tahun harus mikir biaya pendidikan. Kalau di (sekolah) negeri sih sudah gratis. Tapi kalo gak keterima kan pilihannya ke swasta. Nah ini swasta juga bakal gratis,” tuturnya saat pertemuan dengan kader-kader PKK di wilayahnya, bersama Iswar Aminuddin pada Senin (4/11).
Sedangkan dana RT diyakini oleh Endang sebagai solusi atas sulitnya menggelar kegiatan warga dan merupakan program realistis dalam meringankan beban warga dalam bermasyarakat.
“Kalau ada dana RT kita bisa leluasa membuat program di tengah-tengah warga kita bu,” yakinnya di hadapan kader PKK lainnya.
Sementara itu Iswar Aminuddin menjelaskan, bahwa peran dan fungsi PKK dalam hal ekonomi, kesejahteraan keluarga, sosial, perempuan, dan anak, merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan dana APBD agar tepat sasaran.
“Untuk memaksimalkan APBD agar tepat sasaran maka dibutuhkan peran PKK. Karena tanpa PKK jelas kebijakan kami tidak akan tepat sasaran,” tuturnya.
Beberapa peran PKK yang sangat penting, lanjut Iswar, adalah membantu pemerintah dalam rangka menanggulangi stunting, membantu mendidik anak-anak agar jadi generasi penerus berkualitas, dan menegakkan kesetaraan gender.
“Semua itu bisa terlaksana jika PKK kompak dalam membantu menjalankan program tersebut,” tuturnya.
Untuk melaksanakan program PKK di tingkat RT, Iswar mengatakan bisa menggunalan dana RT 25 Juta pertahun.
“Dana ini bisa digunakan untuk keperluan sosial, tapi tidak boleh untuk pembangunan fisik,” tandasnya.
Dana RT bida juga digunakan untuk dana kematian dan juga bantuan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
“Jadi prinsipnya kami akan meneruskan programnya Mas Hendi dan Mbak Ita dengan menyempurnakan rangkaian realisasi di lapangannya,” tutupnya.


