Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan Malang
MALANG[Berlianmedia] – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi janjinya mengunjungi para korban tragedi Kanjuruhan, Malang dan memberikan santunan kepada ahli waris korban yang meninggal.
Kunjungan pertama Jokowi berada di Rumah Sakit Saiful Anwar ( RSSA) Malang untuk menjenguk pasien luka korban insiden Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) lalu saat pertandingan Persebaya vs Arema FC.
“Saya ingin memastikan bahwa yang dirawat di rumah sakit ini mendapatkan pelayanan yang paling baik,” ujar Jokowi.
Pada kesempatan itu, Jokowi juga berbincang dengan sejumlah korban untuk mengetahui situasi ketika di Stadion Kanjuruhan, Malang saat terjadi kericuhan, Sabtu pekan lalu.
“Saya benar-benar ingin tahu akar masalah penyebab tragedi ini sehingga ke depan kita bisa mendapatkan sebuah solusi terbaik dan kita tahu sudah bentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai oleh Bapak Mahfud MD selaku Menkopolhukam (Mahfud MD),” tuturnya.
Jokowi menyampaikan pesan kepada para korban agar tetap semangat dan segera sembuh, sehingga bisa beraktivitas kembali. Bahkan juga menyampaikan kalau seluruh biaya untuk perawatan ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Pada kesempatan itu, Presiden memberikan santunan kepada korban meninggal. Tidak hanya dari Pemerintah Pusat, melainkan juga pihak-pihak lain seperti Bank Jatim dengan harapan bisa meringankan beban dari keluarga dan kerabat korban.
Sedangkan mengenai buntut Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jokowi akan mengambil langkah konkret usai tragedi yang terjadi.
“Saya akan memerintahkan Menteri PU (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) untuk mengaudit total seluruh stadion yang dipakai untuk liga, baik Liga 1, 2, maupun 3, semuanya. Apakah gerbangnya sesuai standar, cukup lebar, apakah gerbangnya ukuran sesuai standar manajemen lapangan yang memegang kendali siapa, semuanya,” ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, dari peristiwa itu, tentunya akan banyak perbaikan yang harus dilakukan di berbagai sisi. Baik itu manajemen pertandingan, manajemen lapangan, dan manajemen pengelolaan stadion.
“Semua harus kita audit total. Saya tidak ingin peristiwa ini terjadi lagi di negara kita,” tutur Jokowi. (rs)


