Jawa Tengah Terima Rp5,8 Triliun dari Kemensos Untuk Bantuan Sosial

SEMARANG[Berlianmedia] – Provinsi Jawa Tengah menerima anggaran dari Kementerian Sosial senilai Rp5,8 triliun untuk program bantuan sosial di wilayahnya.

Bantuan tersebut secara simbolis diterima oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana saat acara kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR-RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (6/12).

“Saya rasa ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di Jawa Tengah,” ujar Nana.

Anggaran tersebut akan disalurkan untuk penanganan masalah sosial di Jawa Tengah.

Anggaran itu terbagi menjadi sejumlah program bantuan sosial, meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp4,6 triliun, program bantuan sembako Rp1,2 triliun, dan ATENSI melalui Sentra Kartini Rp112 juta.

Selain itu, juga untuk Program YAPI Rp913,4 juta, Program PENA Rp84,7 juta, Santunan Ahli Waris Korban Bencana Sosial dan Non Alam Rp30 juta, Bantuan Kearifan Lokal Rp50 juta, Bantuan Permakanan Lansia Rp540,7 juta, dan Bantuan Permakanan Disabilitas Rp536,7 juta

Baca Juga:  Pasar Waru Terendam Air, Penjaga WC Umum Menderita Stroke Terjebak Banjir Tanpa Bantuan Logistik

Nana menilai, pembangunan bidang sosial di Jawa Tengah selaras dengan program prioritas pada penuntasan pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan angka pengangguran dan stunting.

Nana menambahkan, ada dua indikator kinerja utama pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah pada 2023, meliputi target penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) sebesar 2,37% pada 2023 dan target persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) sebesar 34,38% pada 2023.

Realisasi Indikator Penurunan Jumlah PMKS sampai dengan triwulan III/2023 sebesar 7,93% atau sebanyak 333,87 orang (over target).

Sedangkan untuk indikator Persentase PSKS yang mendapatkan penguatan yang melaksanakan UKS terealisasi sebesar 35,87% atau sebanyak 10.365 orang.

Adapun kegiatan strategis pembangunan sosial 2024 meliputi bantuan sosal, Kartu Jateng Sejahtera, pengelolaan data kemiskinan, bansos Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif Fakir Miskin (UEP FM), penanganan korban bencana, penanganan PPKS dalam panti, peningkatan kapasitas PSKS, Rehab Sarpras Panti, dan Subsidi Satu Orang Satu Hari (SOSH) Panti Swasta.

Baca Juga:  Jaksa Agung Tutup PPPJ Angkatan 81 Tahun Gelombang II Tahun 2024

Anggaran per program KUA PPAS tahun anggaran 2024 juga dialokasikan untuk pemberdayaan sosial, penanganan bencana, rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, penunjang urusan pemerintah daerah, program pengelolaan TMP, dan perlindungan migran korban tindak kekerasan.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR-RI, Abdul Wachid menuturkan, penyelenggaraan pembangunan dan bantuan sosial ini memang menjadi perhatian khusus.

Menurutnya, memang masih perlu koreksi dari bantuan sosial di berbagai daerah, terutama terkait data kemiskinan.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!