Ita Dorong Pembenahan Pasar Penggaron Rampung Sebelum Ramadhan
SEMARANG[Berlianmedia] – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu akan memberikan perhatian pada pembenahan fasilitas di pasar tradisional, hingga tidak hanya berfokus pada penanganan stunting dan penguatan ketahanan pangan saja.
Menurutnya, pembenahan fasilitas di pasar tradisional, salah satu yang saat ini diupayakan pihaknya adalah pembenahan fasilitas dan perbaikan Pasar Penggaron.
Dia mengajak para pelaku usaha maupun masyarakat untuk menjaga kebersihan pasar Penggaron yang terdiri dari pedagang klitikan dan grosir ketika nanti sudah selesai perbaikan.
“Saya harap baik klitikan maupun grosir untuk bersama-sama menjaga pasar ini kalau sudah jadi, sudah cantik, sudah bersih, dan sudah nyaman sehingga orang-orang akan datang ke sini,” ujar Ita panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu itu, saat melakukan tinjauan di pasar Penggaron, akhir pekan lalu.
Dia berharap pasar Penggaron dapat segera diperbaiki dan segera rampung, sehingga nantinya menjadi bersih dan cantik yang kemudian membuat pasar menjadi ramai.
“Kami bersama-sama untuk memperbaiki semua kondisi yang ada di Pasar Penggaron. Diharapkan nanti dibersihkan semuanya, kemudian jalannya diperbaiki, pasarnya dipercantik, kemudian TPS-nya direlokasi di belakang. Sehingga nanti pasar ini bisa menjadi pasar tujuan untuk belanja buah, sayur maupun bumbon dan juga pasar Klitikan yang semakin ramai,” tutur Ita.
Ita juga berharap pengerjaan pasar Penggaron bisa rampung sebelum puasa, agar bisa segera difungsikan untuk menyambut bulan Ramadhan.
Hal tersebut, lanjutnya, karena masyarakat biasanya ramai berbelanja kebutuhan buka maupun sahur. Dia juga mengusulkan untuk melakukan pindahan setelah acara dugderan yang merupakan acara rutinan Kota Semarang menyambut bulan Ramadan.
“Hal ini tujuannya untuk mensejahterakan para pelaku usaha yang ada di kota Semarang khususnya yang dari pelaku usaha klitikan dan grosir. Dan ini nanti PR-PRnya mudah-mudahan bisa secepatnya selesai dan diusahakan sebelum puasa sudah diselesaikan. Atau mungkin setelah dugderan bisa pindahan, malah pas waktunya,” ujarnya.
Ita mengingatkan masyarakat untuk saling support, saling gotong rotong, guyub rukun dan menghindari sifat sombong, saling menyalahkan, serta menghindari perselisihan. Hal ini bertujuan untuk membuat para pelaku usaha konsen bekerja sama dan berupaya agar pasar Penggaron menjadi ramai.


