Ita Berikan Perhatian Pembangunan Jembatan Nogososro

SEMARANG[Berlianmedia] – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memberi perhatian khusus pembangunan Jembatan Nogososro guna pengendalian banjir di Kaligawe-Genuk.

Hal ini menanggapi terjadinya genangan air setelah hujan deras yang mengguyur beberapa hari lalu.

Menurutnya, jika saat ini di Jembatan Nogososro masih dalam tahap pembongkaran, untuk selanjutnya akan dibangun ulang.

Dalam pembangunannya, lanjutnya, masih menunggu proses lelang selesai. Diaa menambahkan, jika proyek ini baru saja dikerjakan setelah dilakukan tinjauan banjir pada awal Desember 2023 lalu.

ā€œMemang waktu itu anggaran dan perencanaan baru saat saya tinjauan ke sana sekitar awal Desember, sehingga ini sedang berproses,ā€ ujar Ita panggilan akrab wali kota di Balai Kota Semarang, Rabu (3/1).

Kemudian untuk wilayah Muktiharjo Lor juga masih dalam tahap peninggian betonisasi di beberapa titik.

Baca Juga:  Orange Drink Indonesia Inovasi Jeruk Peras Untuk Kalangan Muda

ā€œKedua itu kan peninggian di Muktiharjo Lor, itu kan masih kurang. Ada sebagian yang belum selesai dalam proses peningkatan dengan konsturuksi beton,ā€ tuturnya.
Sedangkan untuk di depan RSI Sultan Agung hanya perlu perawatan imlet-imlet atau penutup saluran air.

Memang sempat ada genangan air, namun cepat ditangani berkat bantuan pompa air yang sudah maksimal.

ā€œMemang pompa sudah ada lima, on semua. Kemudian masih menunggu tol tanggul laut, akan dibangun kolam retensi 250 hektare. Kemudian juga di wilayah Muktiharjo Kidul dan Muktiharjo Lor tinggal lelang di PUPR,ā€ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto menuturkan, rendahnya kontruksi jembatan Nogososro membuat banyak material sampah tersangkut dan menghambat aliran air.

Baca Juga:  Kasdam IV/Diponegoro Tinjau Gladi Upacara HUT ke-80 TNI dan HUT ke-75 Kodam IV/Diponegoro

ā€œKarena jembatan itu terlalu rendah, jadinya kalau ada sampah yang hanyut, membuat sampah tersangkut di jembatan,ā€ tutur Suwarto.

Pihak DPU kemudian melakukan pembongkaran untuk membuka aliran air. DPU juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk mengalihkan arus lalu lintas.

ā€œHari ini kami berkoordinasi dengan dinas perhubungan sedang melakukan rekayasa lalu lintas agar warga yang biasa melalui jembatan tersebut dialihkan ke jalur lain,ā€ ujarnya.

Suwarto menambahkan, pihaknya segera membuka proses lelang kontruksi jembatan Nogososro agar segera bisa dipergunakan oleh masyarakat.

ā€œUntuk renovasi kami segera melakukan proses lelang dan secepatnya melakukan kontruksi,ā€ tuturnya.

Menurutnya, sebetulnya problem lain yang sama pentingnya adalah soal pendangkalan dan penyempitan sungai di bawahnya.

ā€œSebetulnya selain masalah jembatan, masalah lainnya juga berhubungan dengan kondisi sungainya,ā€ ujarnya.

Baca Juga:  Polda Jateng Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Jembatan Merah

Namun karena sektor ini adalah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juwana, maka Pemkot Semarang hanya bisa melakukan koordinasi supaya segera dilakukan pengerukan.

ā€œSungai itu kan mengalami pendangkalan dan penyempitan. Tapi kami dari Pemkot Semarang sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali-Juwana untuk melakukan perbaikan-perbaikan (pengerukan),ā€ tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!