Hendi Ingatkan Anggaran Pemerintah Bukan Untuk Bancakan
JAKARTA[Berlianmedia] – Kepala LKPP Republik Indonesia, Hendrar Prihadi mengatakan, anggaran pemerintah untuk pengadaan tidak hanya sebatas guna mendapatkan barang/jasa yang diperlukan.
Namun, lanjutnya, pemanfaatan anggaran pemerintah dalam konteks pengadaan harus juga mampu menggerakkan ekonomi yang inklusif.
Dia pun memberikan peringatan keras bagi oknum-oknum yang saat ini masih memandang anggaran pemerintah sebagai ‘bancakan’, atau sebuah santapan gratis untuk dibagi-bagi.
“Nah problemnya, ini (anggaran) sering dijadikan bancakan oleh dalam tanda kutip, oknum, sehingga belanja – belanja ini digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu dalam kegiatan HMI Jabodetabeka – Banten di Balai Pusdiklat Kemensos RI, Selasa (7/3).
Hendi menambahkan, lembaga yang dipimpinnya saat ini terus melakukan upaya digitalisasi untuk menguatkan sistem pengadaan barang/jasa yang lebih transparan dan terintegrasi.
“Jadi digitalisasi hari ini kami gunakan sebagai instrumen penting dalam mendorong peningkatan sistem yang transparan serta terintegrasi dan bisa terwujud inklusi ekonomi,” tuturnya.
Di sisi lain, tutur Hendi, bersama LKPP RI menganggap perlu untuk mendorong terwujudnya ekonomi yang inklusif atau inklusi ekonomi.
Menurutnya, inklusi ekonomi adalah faktor penting dalam upaya penguatan ketangguhan ekonomi Indonesia. Karena dia meyakini membangun ekonomi yang inklusif adalah sama dengan membangun kekuatan fondasi ekonomi bangsa
“Inklusi ekonomi ini adalah strategi untuk meningkatkan kinerja perekonomian, dengan memberi kesempatan dan kemakmuran yang sama pada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Hendi.
Untuk itu, lanjutnya, dengan digitalisasi yang dilakukan LKPP, akses informasi pengadaan bisa dibuat lebih terbuka, sehingga dapat dimaksimalkan e-katalog, dan selanjutnya telah diluncurkan platform baru yang lebih integratif.
Hendi pun meminta agar adanya banyak pihak yang turut mengawasi proses pengadaan di Indonesia agar mampu benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
“Salah satunya HMI, terkhusus HMI Jabodetabeka-Banten ini. Saya harap bisa turut melakukan supervisi di daerah masing-masing agar pengadaan pemerintah dapat memiliki manfaat yang luas,” ujar Hendi.


