Gus Yasin Apresiasi Swadaya Bangun Sembung Tower
BATANG[Berlianmedia]Ā ā Menghadiri karnaval peringatan HUT ke-78 RI di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (20/8), Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, tertarik dengan Sembung Tower, gedung desa setinggi delapan lantai. Terlebih, gedung yang viral di media sosial itu dibangun Kepala Desa Sembung, bergotong royong dengan warga.
āSembung Tower ini kalau saya lihat seperti di Mekah. Semoga ini menjadi monumen yang bermanfaat,ā ujar Gus Yasin, panggilan akteb wagub, seusai melepas karnaval.
Dia menyambut baik Sembung Tower yang akan dilengkapi dengan perpustakaan. Sebab, perpustakaan tersebut nantinya akan sangat berguna bagi peningkatan literasi di masyarakat, khususnya dalam menunjang pendidikan,Ā sehingga, generasi penerus bangsa ini bisa mendapatkan lebih banyak ilmu.
āKatanya tadi di atas ada perpustakaan yang mendukung pendidikan oleh masyarakat desa sembung ini. Kemajuan negara harus ditopang dengan pendidikan yang ada di masyarakat,ā tutur Gus Yasin.
Dalam kesempatan itu, wagub juga meresmikan Islamic Centre di Desa Sembung. Begitu sampai di Islamic Centre, dia langsung memasuki replika kakbah, yang di dalamnya berisi perpustakaan berbagai kitab ajaran Islam, yang dapat dipelajari warga.
āDi sini diwakafkan tanah dan bangunan untuk memperdalam agama. Ini yang kita apresiasi,ā ujarnya.
Kepala Desa Sembung, Muhammad Untung, menuturkan, Sembung Tower di desanya dibangun dengan dana mencapai Rp1,5 miliar. Dana tersebut berasal swadaya masyarakat beserta donatur.
āInsyaallahĀ awal tahun ini (meski) belum selesai 100%, tapi sudah bisa kita nikmati. Persemian nanti di Agustus depan (2024),ā tuturnya.
Usai menghadiri pawai di Desa sembung, wagub melanjutkan kunjungan ke Desa Deles Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Di sana wagub meresmikan Bumi Perkemahan dan Balai Desa Deles.
Gus Yasin juga mengajak perangkat desa dan segenap masyarakat untuk meningkatkan potensi wisata alam yang ada. Selain itu, wagub juga meminta agar masyarakat tidak menggunakan sungai sebagai sarana buang air besar.


