Graha Wisata Melaunching Sekolah Bisnis Kuliner Pertama Di Kota Semarang
SEMARANG [berlianmedia] – Graha wisata Semarang bekerjasama dengan Foodizz Academy Bandung menggelar talkshow sekolah bisnis kuliner (SBK) yang diikuti 50 peserta diberbagai kalangan, peserta baik yang sudah punya bisnis untuk dikembangkan dan mau merintis bisnis kuliner, acara talkshow masuk dalam rangkaian dari grand opening kampus graha wisata yang berlokasi di kampus graha wisata lantai 4. jalan Puspowarno No.14, Cabean, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Rabu, (17/7)
Talkshow yang bertema “FAST TRACK Belajar Bisnis Kuliner” Septian Edo selaku moderator, Henny Siswoko, SE, MSi, Rex Marindo, Danis. Puntoadi, dan Yuszak M. Yahya sebagai narasumber sekolah bisnis kuliner.
Danis menyampaikan “dalam membangun tim ideal dan solid bisnis kuliner masalah terbesar adalah karyawan, masalah itu muncul dari awal sehingga dalam perekrutan karyawan yang paling bener adalah menempatkan orang yang paling pas karakter dan kemampuannya diposisi tepat dibidangnya, dibekali hal-hal besik dulu untuk bisa bekerja baru siap bekerja, baik dikasir maupun pelayan, ditraining, didampingi, lalu dicontrol terus menerus selama 3 bulan dan sabar dalam mejalani bisnis kulinernya”, ungkapnya.
“harapan dari penyelenggara pendidikan SBK membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan usahannya, karena dengan adanya SBK akan ada panduan, yang dirancang sedemikian rupa bagaimana khususnya mengelola bisnis kuliner disana akan dibimbing diberikan mentoring oleh para ekspet yang sudah punya segudang pengalaman yang jatuh bangun bagaimana sulitnya didalam mengelola bisnis kuliner khususnya, mengalami kerugian itu begitu sakitnya seperti apa sudah dialami oleh ekspet akan dibagikan kepada para peserta SBK,
Harapannya teman – teman yang sudah punya bisnis kuliner atau akan memulai bisnis kuliner dengan belajar bersama SBK mengurangi resiko kerugiannya, mempunyai peluang sukses lebih besar dari pada resiko kerugiannya, teman-teman harus menguasai ilmu bisnis kuliner karena saat ini bisnis kuliner sedang bertumbuh pesat, ilmu ini sangat penting sebagai fondamental sebagai dasar bagaimana kita mengawali bisnis kuliner agar nantinya kita betul-betul bisa sesuai dengan harapan dan tujuannya, mendirikan bisnis agar untung tidak sekedar konsep saja omset, profitnya tercapai dengan dasar panduan SBK tersebut nantinya akan memberikan dampak positif para pelaku umkm khususnya”, tutur direktur Graha Wisata, henny.
Reks, menyampaikan “SBK punya Kurikulum sekitar 165 modul dari rangkuman semua perjalanan mentoring, konsultasi, pengalaman, investasi dan lain-lain dengan harapan di Indonesia ada kurikulum yang bisa dipertanggung jawabkan untuk belajar”, ungkapnya
“Kurikulum bisnis kuliner akan mempermudah menjalankan bisnis kuliner atau akan menjalankan bisnis kuliner, sehingga memahami pemasaran ada panduan yang jelas kemana arah yang harus kita tempuh dalam bisnis kuliner”, terangnya.
lanjut “SBK kalau offline ke Bandung agak repot juga, sehingga SBK kerjasama dengan graha wisata sebagai tempat offline di Semarang agar mempermudah untuk bersekolah secara kurikulum yang baik, dan selesai dari belajar kurikulum langsung bisa terjun”, ungkapnya.
“hal yang menarik selain dari kurikulum adalah akses bisnis kuliner, mau bisnis apa ? akses-akses yang mudah diberikan kepada para peserta SBK, harapan sekolah offline yang dibentuk dan dipusatkan di kota Semarang mempunyai dampak besar untuk membuka lapangan pekerjaan dan Indonesia akan bangga dengan bren-bren lokal akhirnya menjadi penguasa di negeri sendiri tentunya”, tuturnya.
Setelah sesi tanya jawab, acara talkshow diakhiri dengan melaunching sekolah bisnis kuliner oleh Henny Siswoko, S.E, M.Si lalu foto bersama. (Mus)


