Geger! Temuan Kerangka Manusia di Rumah Kontrakan Wilayah Tingkir, Salatiga

SALATIGA [Berlianmedia]– Suasana tenang Perumahan Idaman, Karangduwet, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, mendadak berubah mencekam, pasalnya warga diguncang penemuan kerangka manusia di dalam sebuah rumah kontrakan, yang selama ini tampak tertutup dan sunyi, Selasa pagi (21/4).

Kengerian mulai terungkap, saat warga yang curiga karena penghuni kontrakan sudah tak terlihat selama berbulan-bulan, setelah melalui musyawarah dan mufakat, akhirnya sepakat membuka rumah tersebut dengan paksa.

Didampingi pemilik kontrakan dan aparat setempat, pintu dibuka oleh tukang kunci. Namun siapa sangka, di balik pintu kamar yang terbuka, terbentang pemandangan mengerikan, yaitu sesosok kerangka manusia tergeletak di atas tempat tidur.

“Warga langsung histeris. Tidak ada yang menyangka, di dalam rumah itu ada jasad yang sudah jadi kerangka,” ujar salah satu warga di lokasi dengan nada gemetar.

Baca Juga:  Dominasi Kejurprov, 10 Atlet Panahan Kota Semarang Lolos Kejurnas Yunior

Setalah dibuka pintunya dan diidentifikasi, korban diketahui bernama Giessendra Gratama Mersingga Pakpahan (36), warga Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Fakta yang lebih mengejutkan, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu sebelum ditemukan, sementara rumah tersebut sudah lama tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Kapolsek Tingkir, Kompol Daryono, S.E. menyampaikan, bahwa hasil olah TKP tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, temuan ini tetap menyisakan ketakutan dan tanda tanya besar di tengah warga.

Tim gabungan dari Polres Salatiga, Polsek Tingkir, Koramil dan tenaga medis langsung melakukan evakuasi dan sterilisasi lokasi. Garis polisi dipasang, sementara warga berkerumun dengan rasa penasaran bercampur ngeri.

Kemudian, kerangka manusia tersebut dievakuasi ke RSUD Salatiga atas permintaan keluarga, untuk dilakukan penanganan prosedural lebih lanjut.

Baca Juga:  Jelang Akhir Tahun, JNE Berbagi Kasih

Peristiwa ini tak hanya menggemparkan, tetapi juga meninggalkan trauma tersendiri bagi warga sekitar. Banyak yang mengaku tak menyangka, bahwa di lingkungan mereka, seseorang bisa meninggal dan tak diketahui dalam waktu berbulan-bulan.

Dari kejadian itu, bahwa urgensi advokasi sosial perlu kembali ditegaskan. Karena kematian tanpa kekerasan tetap bisa menjadi tragedi sosial, jika terjadi dalam lingkungan warga masyarakat sebagai makhluk sosial.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!