DPRD Jateng Tekankan Pemetaan Lokal untuk Pengembangan Ekonomi Desa
MAGELANG [Berlianmedia] – Pemetaan potensi desa menjadi langkah krusial dalam upaya meningkatkan perekonomian Jawa Tengah. Dengan pemetaan yang akurat, pemerintah dapat menentukan kebijakan yang sesuai untuk mendorong desa-desa berkembang sesuai potensi masing-masing. Hal ini disampaikan Moh Budiyono, anggota Komisi C DPRD Jateng, dalam Dialog Parlemen bertema “Membedah Pengembangan Ekonomi Desa” yang disiarkan Radio CBS Magelang, Selasa (19/11).
Menurut Budiyono, dari 8.563 desa di Jawa Tengah, tidak semuanya memiliki potensi alam dan sumber daya manusia (SDM) yang sama. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap desa. “PR kita adalah bagaimana mengembangkan desa secara optimal. Desa dengan kekayaan alam dan SDM yang baik hanya perlu dorongan untuk maju, seperti melalui pembentukan Bumdes. Namun, tidak semua Bumdes berhasil, sehingga perlu kita pikirkan lagi,” ujarnya.

Budiyono juga menyoroti tantangan besar Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional, terutama terkait kesejahteraan petani. “Masalah beras dan sawah tidak bisa dipikirkan secara terpisah. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, terutama dalam bentuk subsidi hasil panen untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Sudaryanto, tokoh masyarakat Magelang, menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mengembangkan potensi desa, khususnya di sektor pertanian dan pariwisata. “Magelang memiliki potensi besar sebagai penghasil beras organik terbesar di Indonesia. Namun, banyak petani menghadapi tantangan harga jual yang rendah,” ungkapnya.
Miftahul Fuad, pengelola Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekarlangit, menambahkan bahwa petani membutuhkan pendampingan dan sistem pemasaran yang baik. “Jika pemerintah serius mendukung petani, maka kesejahteraan di desa akan meningkat,” jelasnya.
Di sisi lain, pengembangan desa juga memerlukan peran aktif generasi muda. Budiyono menggarisbawahi pentingnya mendorong kaum milenial untuk terjun ke sektor pertanian dan wirausaha desa. “Milenial harus menjadi motor penggerak desa. Dengan kreativitas dan inovasi mereka, potensi desa bisa dikembangkan lebih maju dan berkelanjutan,” tambah Budiyono.
Selain itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mengembangkan desa wisata berbasis budaya
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan petani, diharapkan potensi desa di Jawa Tengah dapat dikembangkan secara maksimal, menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.


