DPRD Jateng Pelajari Peningkatan Sektor Pariwisata Kota Batam

BATAM[Berlianmedia] – Berbagai event yang menarik dan digelar di setiap daerah sudah dapat dipastikan mampu menjadi magnet bagi kunjungan banyak wisatawan yang berdatangan.

Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sarno mengatakan sektor pariwisata di Jateng memang masih perlu terus ditingkatkan, untuk menarik kunjungan wisatawan sebanyak mungkin.

Dia menambahkan, banyak kantong wisata yang bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan ke Jateng. Menurutnya, setiap wilayah di Jateng memiliki potensi untuk diolah menjadi objek wisata. Baik itu, wisata religi, wisata edukasi, agrowisata, wisata alam, atau rekreasi.

Berdasar laporan yang diterima, jumlah kunjungan wisatawan ke Jateng pada 2022 mencapai 44.093.933 orang. Jumlah tersebut, diketahui melampaui target yang ditetapkan, yakni sebanyak 11.530.429 orang.

“Kondisi itu, dapat memacu para pelaku wisata semakin masif lagi, lebih semangat lagi. Kita bisa menciptakan event (acara) agar wisatawan tertarik. Mengingat target tahun ini 21 juta orang wisatawan datang ke Jateng,” ujarnya saat berdiskusi dengan Kabid Promosi Disbudpar Kota Batam Ratnasari di Kota Batam, Rabu (5/7) lalu.

Baca Juga:  PGN Ajak Tekan Emisi Lewat Bajaj Gas

Sarno sangat apresiatif dengan inovasi dan kreasi yang telah dilakukan disbudpar.

Pasalnya, dalam penerapan kebijakan, program wisata di Kota Batam sangat maju. Menurutnya, Batam merupakan salah satu pulau yang mampu menembus pasar internasional sehingga ada koordinasi dengan dinas terkait dan sinergi dengan semua warga setempat.

“Dengan kunjungan kerja ini, kami bermaksud menggali data tentang penerapan kebijakan event sehingga nantinya bisa menjadi pembahasan kami untuk memajukan objek wisata di Jateng. Selain itu, orang yang melakukan wisata bisa nyaman dan bisa menikmati event atau pagelaran yang disuguhkan,” tutur Sarno.

Menanggapi hal itu, Kabid Promosi Disbudpar Kota Batam Ratnasari menuturkan Batam memang dikenal dengan wisata belanja. Kegiatan itu didukung dengan banyaknya event lokal, nasional bahkan internasional yang sering dilaksanakan hampir setiap bulan di objek wisata, baik di desa maupun objek wisata dinas.

Baca Juga:  Pembukaan Musrenbang 2023 Diwarnai Usulan Perlindungan Perempuan Hingga Isu Penculikan Anak

Soal pemberian izin dan rekomendasi, penyelenggaraan kegiatan atau pengelola wisata lebih dipermudah dalam rangka penyelenggaraan event di objek wisata. “Pagelaran atau pertunjukan itu pastinya seizin dengan dinas, yang biasanya diajukan oleh pokdarwis atau event organiser,” ujar Ratnasari.

Disamping itu, Kota Batam yang menjadi tempat singgah dan wisata tak lepas dari pembangunan infrastruktur, terutama jalan akses menuju objek wisata yang dibangun menjadi lebar, sehingga tidak mengalami kemacetan. Dengan begitu, wisatawan yang akan masuk tidak perlu mengalami kemacetan dan antri saat masuk dan keluar objek wisata.

Menurutnya, sektor pariwisata Kota Batam sebenarnya dari awal tidak menjadi prioritas tapi akhirnya mendapat dukungan dari masyarakat, sehingga, Pemkot Batam mendedikasikannya sebagai Kota Pariwisata.

“Alhamdulillah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam dari sektor pariwisata terkonsentrasi kepada, yang pertama hotel berjumlah 241 hotel dengan 36.000 kamar, 1.034 restoran dan hiburan. Kegiatan MICE di Kota Batam didukung dengan jumlah hotel yang mumpuni sehingga 24% PAD Kota Batam berasal dari sektor pariwisata (hotel, restoran, dan tempat hiburan),” tutur Ratnasari.  (Rubrik/Anif)

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!