DPRD Jateng Dorong Intelektual Muda Bangun Desa yang Mandiri dan Tangguh

WONOSOBO [Berlianmedia] – Desa memegang peranan strategis dalam pembangunan nasional karena merupakan miniatur Indonesia. Dengan struktur pemerintahan, wilayah yang jelas, dan penduduk yang mendiami, desa memiliki potensi besar untuk menjadi pilar pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kholik Idris, dalam acara Dialog bersama Parlemen Jawa Tengah bertema Mewujudkan Kota dan Desa Tangguh: Inovasi Infrastruktur, Energi, dan Lingkungan Jawa Tengah. Acara berlangsung di Hotel Front One, Jalan A. Yani, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (25/1).

“Pembangunan nasional yang kuat harus dimulai dari desa. Jika desa diberdayakan dengan baik, maka desa dapat menjadi penopang utama pembangunan nasional. Desa tangguh akan menciptakan kedaulatan pembangunan di tingkat akar rumput,” ujar Kholik.

Baca Juga:  KPK Periksa Walikota Semarang, Bowo Leksono: Usut Sampai Tuntas

Ia juga menekankan pentingnya program-program yang meningkatkan kesadaran masyarakat desa terhadap kebutuhan pembangunan

“Menteri Desa pernah menyampaikan ada 12 program penting bagi desa tangguh. Salah satunya adalah menciptakan generasi muda yang sadar pembangunan dan mau kembali membangun desanya setelah menempuh pendidikan tinggi,” ucapnya.

Menurut Kholiq, fenomena urbanisasi yang terus meningkat menjadi tantangan besar. “Kita harus mendorong para intelektual muda untuk tetap berkontribusi di desa, sehingga desa dapat mandiri dan tangguh,” ujarnya.

Sekretaris DPU Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ali Huda, dalam kesempatan yang sama, menyoroti pentingnya infrastruktur yang mendukung pembangunan desa dan kota secara seimbang.

“Desa dan kota harus memiliki kemampuan mandiri, adaptif, dan menghadapi tantangan bersama. Desa sebagai pusat produksi dan kota sebagai pusat distribusi harus terhubung dengan baik melalui infrastruktur seperti jalan dan jembatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketika Harta Membutakan Cahaya Hidayah

Ali juga menambahkan bahwa tata kelola energi di desa menjadi fokus penting.

“Kemandirian energi di desa harus diperkuat untuk mengatasi berbagai tantangan dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Wakil Rektor III Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Jawa Tengah, Heri Hermanto, menyoroti potensi Wonosobo dalam menciptakan lapangan kerja melalui desa wisata.

“Pengembangan desa wisata harus diperkuat, terutama di Wonosobo yang memiliki potensi besar. Namun, banyak desa wisata yang awalnya terlihat menjanjikan tetapi gagal bertahan. Perlu strategi yang matang agar desa wisata benar-benar memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara dialog ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh Jawa Tengah.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!