Demokrat Jateng Sebut Ada Indikasi Yang Mau Gagalkan Anies Baswedan
SEMARANG[Berlianmedia] – Partai Demokrat Jateng menyebut Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko sebagai pengecut. Manuver Moeldoko disebut ingin mengganggu Partai Demokrat jelang Pemilu 2024.
Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti mengatakan Moeldoko ingin mengganggu dan menggagalkan pencapresan Anies Baswedan.
Hal tersebut dilakukan merespon atas pengajuan peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terkait kasus kudeta Partai Demokrat oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
“Terkait novum atau bukti baru yang diajukan oleh pihak Moeldoko, hanya mengada ada saja, kliping hanya kutipan dari koran. Hal itu pun dinilai sebatas dagelan saja dan tujuannya mengganggu laju Partai Demokrat,” ujar Rinto di halaman Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Selasa (4/4).
Sebagaimana diketahui, dibawah pimpinan Ketum AHY, Partai Demokrat menggelar sejumlah agenda konsolidasi. Termasuk di Jawa Tengah, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan. Bahkan Ketum AHY juga beberapa kali menyambangi sejumlah daerah di Jateng bersama dengan mantan Presiden SBY.
Rinto juga menilai upaya itu sebagai cerminan jiwa pengecut dan seharusnya tak ada dalam darah seorang purnawirawan TNI.
“Melihat Pak Moeldoko yang merupakan petinggi purnawirawan TNI, tak punya jiwa kesatria. Jiwa cemen, tidak siap membuat partai tapi malah ada upaya membegal partai democrat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ketum Partai Demokrat Jateng bersama dengan anggota Fraksi di DPRD Jateng dan kader partai mendatangi PTUN Semarang. Tujuannya menyerahkan surat ke MA melalui PTUN. Surat berisi permohonan perlindungan hukum atas kepemimpinan sah Ketum AHY.
Sementara itu, berkaitan dengan pencapresan, Rinto berharap Ketum AHY bisa menjadi Cawapres berdampingan dengan Capres Anies Baswedan. Sementara target kursi di Jateng, per Dapil harus mendapatkan minimal 1 kursi.


