Dampak Kerusuhan Suporter Saat Melawan PSS Sleman, PSIS Terkena Denda 75 Juta
SEMARANG[Berlianmedia] – Dampak kerusuhan suporter saat laga kandang melawan PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (2/4) PSIS Semarang harus menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
PSIS Semarang dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 75 juta akibat suporter PSIS yang berada di tribun utara yang ditempati basis suporter Semarang yaitu Snex terlibat kerusuhan dengan suporter PSS Sleman dan masuk ke dalam area lapangan.
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima keputusan tersebut dan berharap kejadian kemarin bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
“Pertama kami menerima segala keputusan yang terjadi. Kami berharap hukuman itu menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk ke depannya lebih tertib dan bisa menjaga kondusifitas pada saat berangkat ke stadion, pertandingan berlangsung hingga pulang ke rumah,” ujar Yoyok Sukawi, Minggu (16/4).
Yoyok Sukawi menambahkan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Snex yang pada kejadian kemarin terlibat. Snex juga mengatakan akan bertanggung jawab terhadap keputusan hukuman.
“Ke depan kami juga telah siapkan langkah-langkah preventif seperti untuk menyambut kompetisi musim depan, kami akan adakan pelatihan bagi steward dari unsur suporter supaya saat pertandingan berlangsung bisa menjalankan tugasnya,” tutur Yoyok Sukawi.
Sementara, Ketua Umum Snex, Nur Yahya menambahkan akan bertanggung jawab terhadap keputusan dari Komdis PSSI dan akan melakukan evaluasi-evaluasi di internal Snex.
“Kami dari Snex yang pertama menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat di Kota Semarang atas apa yang terjadi dan hukuman yang ada. Kami juga akan evaluasi diri untuk bisa menjadi suporter yang lebih baik lagi ke depannya. Kemudian terkait hukuman denda 75 juta, kami akan menggelar iuran anggota Snex dan open donasi sebagai bentuk tanggung jawab,” ujar Nur Yahya.


