Cegah Stunting, Gus Yasin Ajak Ribuan Warga Makan Telur Bersama

KENDAL[Berlianmedia] – Suasana di Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (25/9) berbeda dari biasanya. Ribuan orang warga berkumpul dan makan telur ayam rebus, bersama para pejabat pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Kendal.

Sebanyak 15.000 telur ayam rebus dibagikan kepada sekitar 8.000 warga, sebagian di antaranya dibagikan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen kepada warga yang berkerumun di sekitar panggung. Gerakan makan telur itu sebagai upaya pencegahan stunting atau gagal tumbuh di Jateng.

Suasana semakin semarak dan anak-anak pun bertingkah lucu ketika Taj Yasin membagikan mainan dan memberikan peci yang dikenakannya kepada warga.

Taj Yasin mengatakan, Presiden RI Joko Widodo menargetkan penurunan stunting nasional sebesar 14%, sehingga berbagai program dan gerakan terus digencarkan Pemprov Jateng untuk menurunkan stunting. Salah satunya, melalui gerakan makan telur setiap hari bagi ibu hamil, balita, anak-anak, hingga remaja usia pranikah.

Baca Juga:  Sebanyak 6.888 Calon Jemaah Haji Jateng Batalkan Keberangkatan

“Pencegahan stunting ini tidak hanya setelah bayi lahir, tetapi juga preventifnya dan yang lebih penting lagi adalah para remaja putri. Para remaja putri terus digalakkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Ini yang paling efektif dan kami lakukan dalam program Gubernur Mengajar, yang juga dilakukan oleh wakil gubernur, bupati, wali kota,” ujarnya.

Dia menambahkan, para kepala daerah maupun wakilnya, mendatangi sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi, untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, terutama remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan. Karena stunting dapat terjadi pada saat sebelum menikah, atau sebelum masa kehamilan.

“Kita beberapa kali mengunjungi sekolah-sekolah. Termasuk ke Universitas Ngudi Waluyo bersama Dinas Kesehatan, untuk mengajak para mahasiswi meminum tablet penambah darah. TTD itu harus diminum saat itu juga secara bersama-sama, jangan dibawa pulang,” tutunya.

Baca Juga:  IJTIHAD UIN Salatiga Juara Dunia

Dia meminta bupati Kendal Dico M Ganinduto dan kepala daerah lainnya, menggencarkan sosialisasi tentang bahaya stunting ke sekolah-sekolah. Terutama, di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum atau sederajat. Sehingga remaja putri selalu menjaga pola hidup sehat, agar kelak dapat melahirkan generasi yang bebas stunting dan sehat.

Sementara itu Sekda Jateng Sumarno menuturkan, dalam penanganan stunting dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya, kerja sama antara pemerintah dengan peternak ayam, sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat yang bersumber dari telur ayam.

“Upaya pencegahan stunting dimulai dari sebelum nikah harus sudah diperhatikan. Di Jateng ada program Jo Kawin Bocah, jadi kalau belum masuk usia menikah jangan nikah dahulu. Program lainnya adalah untuk memantau kondisi ibu hamil, yaitu Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Orang yang sedang hamil diamati dan diawasi kondisi kesehatannya seperti apa,” tutur Sekda.

Baca Juga:  Percantik Kota, Ita Bakal Ubah Taman Tegalsari Jadi Taman Pasif

Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo Adi dalam arahannya menganjurkan masyarakat, untuk mengkonsumsi telur minimal sebutir sehari. Selain mudah mengolah telur, baik digoreng, rebus, dan olahan lainnya, kandungan protein dalam telur sangat penting untuk kesehatan tubuh. Harga telur pun terjangkau oleh masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua peternak ayam di Kendal. Karena kalau tidak ada peternak ayam dari Kendal, maka kami yang di Jakarta tidak bisa makan telur ayam, tidak ada yang beternak ayam di sana (Jakarta),” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!