Bunda PAUD Kudus Ajak Guru Kreatif Kembangkan Pembelajaran Inkuiri

KUDUS[Berlianmedia] – Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Kudus Mawar Hartopo mengatakan, guru PAUD dituntut mampu mengembangkan proses pembelajaran yang meningkatkan partisipasi siswa pada era pembelajaran yang semakin dinamis saat ini.

Menurutnya, pembelajaran berbasis bermain dalam budaya inkuiri, menjadi salah satu pembelajaran yang sangat tepat. Sebab, metode pembelajaran tidak hanya berfokus mengajarkan pengetahuan kepada anak, namun juga meningkatkan partisipasi anak melalui permainan edukatif.

“Anak-anak PAUD RA harusnya memang bermain bukan sekadar belajar. Anak harus kita buat tertarik dulu, ke dalam proses berpikir dalam permainan,” ujarnya dalam sambutannya pada program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru PAUD, di Wisma Karyawan Djarum, Selasa (27/9).

Dia menambahkan, metode yang bisa memancing rasa ingin tahu anak, dinilai efektif di tengah perkembangan zaman. Kecerdasan zaman sekarang tidak bisa dibandingkan dengan anak era beberapa tahun lalu, maka metode pembelajaran pun harus berbeda.

Baca Juga:  Hasil Riset Ilmiah Tim DPP GPP Ganjar Pranowo Capres Paling Kuat

“Mindset harus terbuka, tidak bisa seperti mindset sepuluh tahun lalu atau dua tahun lalu. Kita membimbing anak-anak PAUD atau RA, kita harus membuka pikiran untuk membina, mengajari, dan membimbing anak-anak menjadi berkualitas,” tuturnya.

Untuk itu, Mawar berharap, pembelajaran inkuiri juga tidak sebatas diterapkan di lingkungan sekolah PAUD, namun juga ketika bermain di rumah. Karenanya, dia meminta para guru PAUD untuk menularkan ilmu tersebut, kepada para orang tua siswa.

“Tidak hanya guru, namun orang tua yang harus mendampingi, agar berkesinambungan dan seimbang, sehingga anak-anak berkembang lebih jos,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, apresiasi disampaikan Bunda PAUD kepada Djarum Foundation, Disdikpora, dan Pusat Belajar Guru (PBG) atas kontribusinya untuk mengembangkan metode pembelajaran di Kudus.

Baca Juga:  Peningkatan Penumpang di Libur Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 4 Semarang Catat 25.486 Kedatangan Penumpang

Sementara itu Kabid PAUD dan Dikmas Kodhori menyebut kualitas PAUD sebagai tingkat dasar pendidikan, memiliki dampak besar untuk jenjang berikutnya. Oleh karenanya, guru PAUD menjadi sasaran utama dalam pengembangan program pendidikan yang berkualitas.

“Kenapa PAUD menjadi sasaran utama? Kalau PAUD diberikan pendidikan berkualitas, jenjang berikutnya semakin bermutu dan berkualitas,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus Suhadi menuturkan, kalau pembelajaran berbasis bermain diterapkan untuk PAUD dan RA, maka sudah saatnya guru menambah kompetensi dalam mendidik anak usia dini, dengan metode yang menarik.

“Budaya inkuiri perlu ditanamkan, karena pesan yang sama, kalau disampaikan dengan metode yang berbeda, maka hasilnya juga berbeda,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!