BI Siapkan 7 Strategi Untuk Jaga Inflasi di Jateng

SALATIGA[Berlianmedia] – Bank Indonesia (BI) Jateng bersama dengan Pemerintah Daerah dan segenap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jateng merumuskan 7 (tujuh) program unggulan guna menjaga inflasi yang rendah dan stabil menjelang Ramadhan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rachmat Dwisaputra mengatakan adapun 7 program unggulan tersebut di antaranya operasi pasar/pasar murah/Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penguatan ketahanan pangan strategis, perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), subsidi ongkos angkut, peningkatan pemanfaatan alat pertanian dan sarana produksi pertanian, penguatan infrastruktur teknologi, informasi, komunikasi (TIK) melalui pemanfaatan Sistem Informasi Harga dan Produk Komoditi Provinsi (SIHATI) dan  penguatan koordinasi dan komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.

“Selain itu, saat ini Bank Indonesia tengah melakukan kajian rantai pasok komoditas pangan utama di Jawa Tengah,” ujarnya dalam Capacity Building bersama Media di Salatiga, Jumat (10/3).

Baca Juga:  Smartfren Prioritaskan Penguatan Sinyal di Wilayah Wonogiri

Pada siklus tahunan Ramadhan dan Lebaran 2023, lanjutnya, Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Jateng mewaspadai peningkatan harga barang dan jasa akibat peningkatan permintaan masyarakat akan komoditas pangan utama. Kondisi ini tercermin dari perkembangan harga beberapa komoditas pangan utama seperti beras, cabai merah, cabai rawit dan bawang putih yang tengah menunjukkan arah peningkatan harga.

Sementara itu, pada Februari 2023, inflasi gabungan enam kota Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tercatat sebesar 0,29% (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2023 yang sebesar 0,32% (mtm). Secara tahunan inflasi gabungan enam kota di Jateng tercatat berada pada level 5,81% (yoy). Penurunan harga daging ayam, telur ayam serta emas perhiasan menjadi kontributor penurunan inflasi pada periode ini.

Baca Juga:  Ita Apresiasi Peluncuran Program Polisi RW Di Wilayahnya

“Hal ini sejalan dengan pasokan daging ayam dan telur ayam yang terpantau cukup di pasaran serta penurunan harga emas perhiasan seiring dengan penurunan harga emas dunia,” tuturnya.

Kemudian, tutur Rachmat, dari sisi pengelolaan Sistem Pembayaran, BI Jateng juga tengah mempersiapkan pemenuhan kebutuhan uang kartal menjelang momen Ramadhan dan Lebaran 2023. Hal ini disikapi dengan memberikan layanan prima kepada masyarakat melalui program utama kas keliling serta kerjasama dengan 57 (lima puluh tujuh) perbankan di seluruh Jateng dalam menyediakan 601 (enam ratus satu) titik penukaran uang Rupiah di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sejalan dengan hal tersebut, BI Jateng juga senantiasa mendorong optimalisasi pemanfaatan penggunaan uang non tunai pada periode peak season Ramadhan dan Lebaran mendatang. Melalui program unggulan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) Tour De Jateng yang telah dimulai sejak 5 Maret 2023, diharapkan masyarakat dapat semakin meningkatkan pengalaman/user experience dalam menggunakan alat pembayaran non tunai guna kemudahan transaksi sehari-hari.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!