Misi Balas Dendam Argentina Untuk Menuju Final

Semifinal Piala Dunia 2022 mempertemukan Argentina melawan Kroasia. Misi balas dendam diusung anak asuhan Lionel Scaloni. Pada gelaran Piala Dunia 2018 Kroasia mampu menumbangkan Argentina dengan skor telak 3-0.

Pertandingan semifinal Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Argentina dengan Kroasia akan digelar di Stadion Lusail pada Rabu (14/11) pukul 02.00 wib.

Ini adalah semifinal ke 5 Argentina di pentas Piala Dunia. Argentina sebelumnya sudah empat kali tampil di semifinal Piala Dunia, yakni pada edisi 1930, 1986, 1990, dan 2014. Mereka selalu memetik kemenangan dalam empat kesempatan tersebut dengan dua semifinal di antaranya dimenangi lewat babak adu penalti.

Tentunya juga ada misi tersendiri dari sosok pemain terbaik dunia sebanyak 6 kali yaitu Lionel Messi. Hanya kurang trofi Piala Dunia yang belum dipersembahkan oleh Lionel Messi untuk Argentina dan kemungkinan Piala Dunia ini adalah Piala Dunia terakhirnya bersama Argentina.

Lionel Scaloni kemungkinan akan memainkan formasi 4-3-3 bukan 5-3-2 saat berjumpa dengan Belanda. Kembali ke formasi seperti biasanya tentu didasari dengan permainan Kroasia yang cenderung memainkan tempo lambat.

Duel lini tengah akan menjadi penentu dalam pertandingan nanti. Untuk meredam tempo permainan yang akan dicoba dipegang oleh Kroasia, Argentina akan bermain dengan 3 gelandang tengah terbaiknya di Piala Dunia 2022.

Trisula lini tengah Argentina yang terdiri dari Fernandez, De Paul dan Mac Allister akan mencoba mengkunci poros tengah dalam pertandingan nanti.

Kemampuan bertahan 3 pemain ini cukup merata ditambah Mac Allister yang juga pintar dalam mencari half-space di area kotak pinalti lawan ataupun masuk mencari ruang kemudian memberikan umpan kunci.

Sedangkan peran Fernandez lebih ke gelandang pengangkut air. Pemain bernomor 24 ini mempunyai kemampuan saat menyerang ataupun bertahan sama baiknya ditambah dengan sering memberikan kejutan kepada kiper lawan melalui tendangan dari luar kotak pinalti yang mengarah ke gawang.

Baca Juga:  Pemilu Di Jateng Berjalan Lancar, Warga Antusias Gunakan Hak Pilihnya

Untuk posisi box to box akan ditempati oleh Rodrigo de Paul. Disini sebenarnya 3 kemampuan gelandang Argentina juga mempunyai kemampuan gelandang box to box. De Paul juga mempunyai kelebihan menjadi seorang destroyer di lini tengah Argentina.

Kemampuan ini diperlukan untuk merusak skema permainan Kroasia yang akan memainkan tempo lambat dan peran ini akan dicoba De Paul untuk menutup pergerakan Modric yang menjadi poros serangan dari Kroasia.

3 gelandang ini pastinya akan bermain free role dengan 2 pemain berada di depan gelandang bertahan. Sebenarnya semua posisi gelandang bisa dimaksimalkan oleh kehadiran 3 pemain ini di lini tengah entah sebagai gelandang serang ataupun gelandang box to box.

Tentunya selain modric, kehadiran brozovic sebagai gelandang bertahan sebagai pemutus serangan lawan wajib diwaspadai oleh Argentina. Memainkan ritme cepat dan tidak terbawa oleh Kroasia yang cenderung sering men delay permainan dengan Brozovic atau Modric yang memegang peran tersebut.

Membuat Brozovic untuk lebih keluar dari zonanya akan coba dijalankan oleh Fernandez agar terdapat celah kosong di lini tengah hingga membuat salah satu bek Kroasia yang terkenal solid terpancing dan membuat ruang kosong di garis pertahanannya.

Lini depan komposisi Messi, Alvarez dan Di Maria kemungkinan akan dicoba dengan menarik messi untuk bermain agak mundur. Messi acap kali membuat kejutan memainkan satu dua sentuhan dengan pemain lain. Dan bahkan menarik posisi bek untuk membuat pergerakan Alvarez ataupun Di Maria masuk ke ruang kosong.

Baca Juga:  Pengusaha Angkutan Pelabuhan Wajib Daftar PMKU

4 gol yang sudah ditorehkan di Piala Dunia kali ini membuktikan bahwa Messi yang notabene diposisikan sebagai pemain “bebas” di lini depan patut menjadi catatan tersendiri.

Sedangkan kemampuan Alvarez yang mampu bermain flank ataupun mencari ruang kosong untuknya bahkan pemain Argentina yang lain. Di sini kemampuan bek sayap Argentina sering masuk ke zona yang sudah dibuat Alvarez atau Messi yang sukses menarik bek lawan untuk membuat ruang kosong di lini pertahanan.

Dalam barisan pertahanan lini belakang Argentina wajib mewaspadai jika Kroasia melakukan transisi terutama di sektor flank Kroasia yang ditempati oleh Perisic. Kemampuannya menusuk ataupun melakukan cut inside wajib diperhatikan oleh bek Argentina yang sering naik untuk membantu serangan.

Kroasia akan memainkan formasi 4-3-3 defending atau bisa berubah menjadi 4-4-1-1 dalam proses membangun serangan bahkan juga bertahan. Solidnya lini belakang dan lini tengah Kroasia harus menjadi catatan untuk Argentina.

Kemampuan kedua bek sayapnya untuk jarang keluar dari posnya dan lebih fokus dalam bertahan akan menjadi strategi Argentina untuk lebih membangun serangan melalui bola pendek rapat. 2 bek tengah Kroasia juga merupakan tembok kokoh dari Kroasia selama di Piala Dunia.

Hanya kebobolan 3 gol terlihat jelas bahwa lini pertahanan Kroasia cukup kuat dalam hal membaca permainan tim lawan terutama memainkan bola panjang. Sedangkan untuk bola pendek kolaborasi 4 bek Kroasia dengan lini tengah juga pintar membaca (screening) serangan lawan ataupun posisi pemain lawan sendiri.

3 gelandang Kroasia ditambah 1 gelandang yang berposisi flank akan mencoba memainkan pola seperti biasanya dengan mendelay permainan. Bisa juga Kroasia akan memaksa Argentina untuk bermain sampai babak adu pinalti.

Baca Juga:  KPK OTT Fadia A Rafiq, Ruangan Bupati Pekalongan Disegel

Kemampuan Modric sebagai pengatur permainan dan juga sebagai pembagi bola ditutup dengan performa Brozovic yang cenderung bermain bertahan dan tidak keluar dari pos nya. Sedangkan Kovacic lebih bermain sebagai gelandang serang dan sering bermain dengan Pasalic yang notabene seorang gelandang serang tetapi berada di posisi sektor flank.

Perisic kembali akan diandalkan di barisan depan entah sebagai pengumpan bola ataupun melakukan gerakan cut inside dan membuka ruang saat Kroasia melakukan transisi. Set piece akan coba diandalkan Kroasia untuk mencetak gol.

Peran Kramaric yang sudah mengoleksi 2 gol akan lebih dioptimalkan dalam skema permainan bola panjang. Kroasia kemungkinan di pertandingan nanti akan lebih memainkan permainan melalui sayapnya dengan Kramaric sebagai target man di dalam kotak pinalti Argentina.

Argentina unggul dalam kualitas individu pemainnya terutama dalam hal skill, maupun dribbling saat membawa bola. Keunggulan ini harus bisa dioptimalkan untuk menarik garis pertahanan lawan dan membongkar pertahanan lawan yang cukup solid.

Memainkan tendangan dari luar dan tentunya Scaloni akan sedikit memaksa para pemainnya untuk mencari ruang kosong di sektor flank Kroasia jika skema permainan bola rapat dengan multiple touch berhasil.

Kroasia akan mencoba bermain bertahan dengan pertahanan gerendel dan memaksa Argentina untuk memainkan bola panjang agar skema permainan bola rapatnya tidak berjalan.

Dan juga akan dicoba bermain dengan tempo lambat yang sampai saat ini menjadi andalan Kroasia dalam membangun serangan hingga bisa menciptakan sebuah gol dan berujung berbuah kemenangan untuk melaju ke Final Piala Dunia seperti pada tahun 2018.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!