Petani Wonosobo Ditemukan Meninggal, Tragedi Sungai Bogowonto Jadi Pengingat Kewaspadaan di Jalur Rawan

WONOSOBO [Berlianmedia] – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang petani yang dilaporkan hanyut di Sungai Bogowonto, Dusun Larangan, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, akhirnya membuahkan hasil.

Korban bernama Imbuh (42) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono menjelaskan, bahwa korban ditemukan sekitar 6 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Dusun Sembir, Desa Ngadikerso, Kecamatan Sapuran. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran sungai bagian hilir. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka,” terang Budiono.

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Bogowonto dari lokasi kejadian hingga kawasan Wisata Alam Kali Telu, dengan total jarak pencarian sekitar 8 kilometer. Operasi tersebut melibatkan puluhan personel yang harus menghadapi medan berat, mulai dari aliran sungai yang deras, kontur bebatuan terjal, hingga akses menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Jateng Akui Perubahan Bisnis Media Massa Sangat Cepat

Meski berbagai kendala dihadapi di lapangan, upaya pencarian dilakukan secara intensif hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras dalam proses pencarian ini,” tambah Budiono.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting sekaligus pengingat bagi masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perbukitan dan dekat aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan saat kondisi cuaca ekstrem. Jalur sempit di tepi tebing dan sungai sangat rentan terhadap longsor lokal, terutama saat hujan deras mengguyur.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan, seperti menghindari jalur rawan longsor saat hujan, tidak memaksakan aktivitas di kondisi berbahaya, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.

Baca Juga:  Berikan Pelayanan Prima, Kapolres Jepara Pimpin Langsung Giat AG Pagi

Tragedi ini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi momentum edukasi kebencanaan bagi masyarakat luas agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang melalui peningkatan kesadaran dan kewaspadaan bersama.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!